ACEH X POSE
ASDP Tingkatkan Pengawasan, Keamanan Pelayaran Jadi Komitmen Utama
Umum

Foto : ASDP Web Corporate

ASDP Tingkatkan Pengawasan, Keamanan Pelayaran Jadi Komitmen Utama

F
Fatahillah Ahmad
3 menit baca

BANDA ACEH – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam mengutamakan keselamatan pelayaran dengan memastikan seluruh armada yang beroperasi telah memenuhi standar keselamatan dan kelaikan laut sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Setiap kapal yang melayani lintasan penyeberangan wajib menjalani pemeriksaan menyeluruh sebelum memperoleh izin berlayar demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Pemeriksaan tersebut dilakukan secara berkala oleh otoritas yang berwenang melalui proses ramp check, inspeksi teknis, hingga penerbitan sertifikat keselamatan kapal. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan setiap kapal memenuhi persyaratan operasional baik dari sisi teknis maupun administrasi.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjelaskan bahwa keselamatan merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan layanan penyeberangan nasional. Karena itu, tidak ada toleransi terhadap kapal yang belum memenuhi seluruh persyaratan keselamatan.

"Keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami. Seluruh armada yang dioperasikan dipastikan telah melalui pemeriksaan menyeluruh dan memenuhi seluruh standar keselamatan sebelum diberikan izin untuk melayani masyarakat," katanya.

Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada kondisi fisik kapal, tetapi juga mencakup berbagai aspek pendukung operasional. Tim inspeksi memeriksa kelayakan mesin utama dan mesin bantu, sistem kelistrikan, navigasi, radio komunikasi, peralatan tambat, hingga kondisi lambung kapal.

Selain itu, seluruh perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung, liferaft (rakit penolong), sekoci, alat pemadam kebakaran, alarm darurat, sistem deteksi kebakaran, serta jalur evakuasi juga diperiksa untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

ASDP juga memastikan setiap kapal diawaki oleh kru yang memiliki sertifikat kompetensi sesuai standar keselamatan pelayaran. Para awak kapal secara rutin mengikuti pelatihan keselamatan, simulasi evakuasi, penanganan kebakaran, hingga prosedur penyelamatan penumpang dalam kondisi darurat.

Di samping kesiapan armada, perusahaan menerapkan pengawasan operasional secara ketat melalui monitoring kondisi cuaca, tinggi gelombang, kecepatan angin, dan informasi meteorologi dari instansi terkait. Apabila kondisi cuaca dinilai berpotensi membahayakan pelayaran, keberangkatan kapal dapat ditunda hingga situasi dinyatakan aman.

ASDP juga menerapkan pengendalian kapasitas angkut sesuai manifest penumpang dan kendaraan. Kebijakan ini dilakukan untuk menghindari kelebihan muatan yang dapat memengaruhi stabilitas kapal selama pelayaran.

Bagi pengguna jasa, perusahaan mengimbau agar membeli tiket melalui kanal resmi sebelum tiba di pelabuhan, datang sesuai jadwal keberangkatan, serta mematuhi seluruh arahan petugas selama proses naik dan turun kapal. Penumpang juga diminta memperhatikan informasi mengenai lokasi jaket pelampung, pintu darurat, titik kumpul (assembly point), serta tidak menghalangi jalur evakuasi selama berada di atas kapal.

Di Aceh, layanan penyeberangan ASDP memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Salah satu lintasan yang menjadi perhatian adalah Ulee Lheue–Balohan Sabang, yang setiap hari menghubungkan Kota Banda Aceh dengan Kota Sabang sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus pusat aktivitas ekonomi di Pulau Weh.

Selain lintasan menuju Sabang, sejumlah rute penyeberangan lainnya juga menjadi penghubung penting bagi masyarakat di berbagai wilayah kepulauan di Aceh. Oleh karena itu, penerapan standar keselamatan secara konsisten menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran konektivitas antarwilayah.

ASDP menegaskan akan terus meningkatkan kualitas layanan melalui modernisasi armada, pemanfaatan teknologi digital dalam operasional, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, KSOP, BMKG, Basarnas, TNI AL, Polairud, dan seluruh pemangku kepentingan di sektor transportasi laut.

Dengan seluruh armada yang telah dinyatakan lolos uji keselamatan dan memenuhi persyaratan kelaikan laut, ASDP berharap masyarakat dapat menggunakan transportasi penyeberangan dengan rasa aman, nyaman, dan percaya diri. Perusahaan menegaskan bahwa keselamatan bukan hanya kewajiban operator, tetapi juga tanggung jawab bersama antara penyedia jasa, regulator, dan seluruh pengguna layanan demi mewujudkan pelayaran yang selamat, tertib, dan berkelanjutan.

Berita Terkait