Daging buah durian yang manis dan legit di Desa Lamsujen, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar. Foto : Ist.
Dari Geunteut dan Lamsujen, Saat Nama Menyeramkan Bertemu Manisnya Durian
Aceh Besar | Nama Geunteut dan Lamsujen mungkin terdengar menyeramkan bagi sebagian orang. Dalam cerita rakyat Aceh, Geunteut dikenal sebagai sebutan bagi sosok gaib bertubuh besar, sedangkan Lamsujen kerap dimaknai sebagai "dalam suara setan". Namun, di balik nama yang lekat dengan legenda itu, tersimpan salah satu sentra durian terbaik di Aceh Besar.
Dari lokasi, suasana dua desa di Kecamatan Lhoong itu justru jauh dari kesan angker. Hamparan kebun durian membentang di kaki perbukitan, sementara aliran sungai menjadi tempat favorit pengunjung menikmati buah yang baru jatuh dari pohonnya.
Geunteut dan Lamsujen termasuk wilayah yang selamat dari terjangan tsunami Aceh pada 2004 karena berada di kawasan yang lebih tinggi dan dekat dengan pegunungan. Kini, kedua desa tersebut dikenal sebagai tujuan wisata durian musiman yang ramai didatangi warga dari Banda Aceh dan berbagai daerah lainnya.
Saat musim panen tiba, lapak-lapak durian berjejer di sepanjang jalan. Beragam cita rasa ditawarkan, mulai dari manis legit, manis pahit, hingga tekstur lembut beraroma khas yang menjadi daya tarik para pencinta durian. "Saya hampir tidak pernah absen kalau musim durian. Menikmati durian langsung di kebunnya, apalagi sambil duduk di tepi sungai, sensasinya berbeda," kata Doni, pengunjung asal Montasik.
Seorang pedagang yang akrab disapa Botak mengatakan harga durian berkisar antara Rp20.000 hingga Rp50.000 per buah, bergantung ukuran dan kualitasnya. Menurut dia, kepuasan pembeli menjadi prioritas utama para pedagang di kawasan tersebut.
Perjalanan menuju Geunteut dan Lamsujen hanya sekitar satu jam dari Kota Banda Aceh. Akses yang relatif mudah membuat kawasan ini menjadi pilihan wisata singkat bagi keluarga saat musim durian.
Di Geunteut dan Lamsujen, nama yang terdengar menyeramkan justru menjadi identitas yang unik. Bukan kisah mistis yang membuat orang datang, melainkan aroma durian yang menggoda dan keindahan alam yang membuat pengunjung ingin kembali.()