ACEH X POSE
Hunting Dolphin di Sabang Jadi Favorit Wisatawan, Sensasi Menyaksikan Lumba-Lumba di Laut Lepas
Pariwisata

Foto : Ist

Hunting Dolphin di Sabang Jadi Favorit Wisatawan, Sensasi Menyaksikan Lumba-Lumba di Laut Lepas

D
D I M
• • 4 menit baca

Acehxpose.com | SABANG – Aktivitas hunting dolphin atau wisata melihat lumba-lumba di laut lepas menjadi salah satu pengalaman bahari yang semakin diminati wisatawan saat berkunjung ke Kota Sabang, Aceh.

Kegiatan yang juga dikenal sebagai Dolphin Trip ini menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Mereka diajak menyusuri perairan Pulau Weh menggunakan perahu untuk mencari keberadaan kawanan lumba-lumba yang hidup bebas di habitat alaminya.

Salah satu kawasan yang dikenal sebagai lokasi aktivitas Dolphin Trip berada di sekitar perairan Iboih. Dinas Pariwisata Kota Sabang sebelumnya menyebut atraksi melihat lumba-lumba di alam bebas menjadi salah satu aktivitas yang dinantikan wisatawan di kawasan tersebut.

Waktu pagi menjadi salah satu pilihan wisatawan untuk mengikuti perjalanan hunting dolphin. Selain kondisi laut yang relatif nyaman ketika cuaca mendukung, suasana pagi juga memberikan pengalaman tersendiri.

Cahaya matahari yang mulai muncul dari ufuk, permukaan laut yang luas, serta udara segar membuat perjalanan terasa semakin menarik.

Perjalanan biasanya menjadi pengalaman tersendiri. Dari atas perahu, wisatawan dapat menikmati hamparan laut biru dan panorama pesisir Pulau Weh sambil menunggu kemunculan kawanan lumba-lumba.

Ketika lumba-lumba terlihat di permukaan laut, suasana perjalanan pun berubah menjadi lebih seru. Wisatawan biasanya langsung mengabadikan momen ketika satwa laut tersebut berenang berkelompok, muncul ke permukaan, hingga melompat di tengah laut.

Bagi sebagian wisatawan, pengalaman tersebut menjadi salah satu momen yang paling berkesan selama berada di Sabang.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, S.T., M.T., mengatakan keberadaan atraksi lumba-lumba menjadi bagian dari kekayaan wisata bahari yang dimiliki Sabang.

Menurut Harry, kawasan Iboih merupakan salah satu ikon wisata bahari Sabang yang telah dikenal luas. Karena itu, potensi alam tersebut perlu dijaga agar tetap memberikan pengalaman wisata yang menarik sekaligus berkelanjutan.

“Iboih adalah ikon wisata bahari Sabang yang sudah dikenal hingga mancanegara. Kami berupaya menjaga keasrian lingkungan dan memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan,” kata Harry.

Ia menilai kemunculan lumba-lumba di perairan Sabang juga menunjukkan kekayaan ekosistem laut yang perlu dipertahankan.

“Atraksi ini harus dijaga bersama agar keindahan laut Sabang tetap menjadi kebanggaan Indonesia,” ujarnya.

Hunting dolphin bukan sekadar aktivitas mengejar keberadaan lumba-lumba. Wisatawan juga mendapatkan kesempatan menikmati perjalanan di laut dan melihat langsung kekayaan alam Pulau Weh.

Sensasi menunggu kemunculan lumba-lumba menjadi bagian dari petualangan. Tidak setiap perjalanan menjamin kawanan lumba-lumba akan langsung terlihat, sehingga wisatawan perlu menikmati seluruh proses perjalanan.

Aktivitas ini juga dapat dipadukan dengan berbagai pengalaman wisata bahari lainnya di kawasan Iboih, seperti snorkeling dan diving yang selama ini menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.

Di tengah meningkatnya minat terhadap wisata bahari, aspek keselamatan juga menjadi perhatian.

Harry sebelumnya mengingatkan para pelaku wisata agar mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas wisata air, termasuk dolphin trip. Penyedia jasa wisata diminta memastikan tersedianya perlengkapan keselamatan yang memadai bagi wisatawan.

Penggunaan pelampung menjadi salah satu hal penting, terutama ketika wisatawan melakukan perjalanan menggunakan perahu di laut.

“Yang paling penting sebenarnya kepada pelaku wisata perihal keselamatan dan keselamatan ini harus menjadi prioritas. Paling tidak yang pertama dilakukan oleh pelaku wisata yaitu menyediakan sarana-prasarana keselamatan,” kata Harry.

Selain keselamatan, aktivitas Dolphin Trip juga perlu memperhatikan kelestarian satwa dan lingkungan laut. Wisatawan dan operator perahu diharapkan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu perilaku alami lumba-lumba.

Popularitas hunting dolphin menjadi peluang untuk memperkuat diversifikasi produk wisata bahari Sabang.

Wisatawan yang sebelumnya hanya datang untuk menikmati pantai, snorkeling atau diving kini memiliki pilihan pengalaman lain yang mengandalkan kekayaan ekosistem laut.

Aktivitas tersebut juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang terlibat dalam ekosistem wisata, mulai dari pengemudi perahu, pemandu wisata, pengelola penginapan, hingga pelaku kuliner dan usaha kecil di sekitar kawasan wisata.

Dinas Pariwisata Kota Sabang sendiri terus mendorong pengembangan destinasi dan aktivitas wisata baru untuk memperkaya pengalaman wisatawan. Pada 2026, Pemko Sabang juga memprioritaskan pengembangan sejumlah kawasan wisata bahari, termasuk Teupin Layeu, Pantai Gapang dan Pulau Rubiah.

Dengan perpaduan panorama laut, kekayaan biota, serta pengalaman melihat lumba-lumba secara langsung di habitatnya, hunting dolphin semakin memperkuat citra Sabang sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Aceh.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan sisi lain Pulau Weh, menyusuri laut sembari menunggu kemunculan lumba-lumba menjadi pengalaman yang menawarkan perpaduan antara petualangan, keindahan alam dan sensasi berada lebih dekat dengan kehidupan laut.

Berita Terkait