Foto : RRI/RA
KMP Aceh Hebat 2 Kembali Beroperasi, Layanan Penyeberangan Ulee Lheue–Balohan Normal
BANDA ACEH – Kabar baik bagi masyarakat dan wisatawan yang hendak menyeberang ke Kota Sabang. Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Aceh Hebat 2 kini resmi kembali beroperasi melayani lintasan Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh menuju Pelabuhan Balohan, Sabang, setelah sebelumnya menghentikan operasional akibat insiden di ruang mesin pada pertengahan Juni lalu.
Kembalinya operasional kapal tersebut menjadi angin segar bagi pengguna jasa penyeberangan, terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan kunjungan wisatawan ke Sabang selama musim liburan.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan KMP Aceh Hebat 2 telah memperoleh persetujuan untuk kembali beroperasi setelah menjalani serangkaian pemeriksaan menyeluruh oleh otoritas terkait. Kapal dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan keselamatan pelayaran sehingga layak kembali melayani masyarakat.
Sebelum kembali berlayar, KMP Aceh Hebat 2 menjalani inspeksi kelaiklautan oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) bersama Marine Inspector KSOP Malahayati. Hasil pemeriksaan menyatakan seluruh aspek teknis dan keselamatan kapal telah memenuhi standar yang berlaku sehingga kapal diizinkan kembali beroperasi mulai Minggu, 5 Juli 2026.
Pada hari pertama pengoperasian kembali, KMP Aceh Hebat 2 melayani tiga jadwal keberangkatan dari Pelabuhan Ulee Lheue menuju Balohan, yakni pukul 08.00 WIB, 14.00 WIB, dan 20.00 WIB. Sementara dari Pelabuhan Balohan menuju Ulee Lheue, kapal melayani pelayaran sesuai jadwal yang telah ditetapkan bersama armada RoRo BRR sehingga layanan penyeberangan kembali berjalan normal.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan. Menurutnya, pengoperasian kembali KMP Aceh Hebat 2 merupakan hasil dari proses evaluasi yang ketat dan hanya dilakukan setelah seluruh persyaratan keselamatan dipenuhi.
ASDP berharap kehadiran kembali kapal tersebut mampu memperkuat konektivitas antara Banda Aceh dan Sabang, meningkatkan kapasitas angkut penumpang maupun kendaraan, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, distribusi logistik, dan sektor pariwisata di wilayah tersebut.
Sebelumnya, KMP Aceh Hebat 2 sempat menghentikan operasional setelah terjadi insiden ledakan di ruang mesin saat kapal berada di Pelabuhan Ulee Lheue. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah korban luka dan meninggal dunia sehingga operasional kapal dihentikan sementara untuk kepentingan investigasi serta pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kapal.
Dengan kembali berlayarnya KMP Aceh Hebat 2, masyarakat kini memiliki pilihan armada yang lebih banyak untuk melakukan perjalanan menuju Sabang. Normalnya kembali layanan penyeberangan juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan antrean kendaraan, mempercepat mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Pulau Weh yang menjadi salah satu destinasi unggulan di Aceh.