Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murtalamuddin, S.Pd., MSP., Foto : Ist.
Lewat Program Belajar Jarak Jauh, Pemerintah Aceh Beri Kesempatan bagi Anak Putus Sekolah
Banda Aceh | Pemerintah Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam menjamin hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan. Melalui Dinas Pendidikan Aceh, pemerintah membuka kesempatan kedua bagi Anak Tidak Sekolah (ATS), lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan, dan anak putus sekolah untuk kembali mengenyam pendidikan hingga jenjang SMA melalui Program Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Tahun 2026 di SMA Negeri Modal Bangsa Aceh.
Program yang dibuka mulai 2 hingga 30 Juli 2026 ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Aceh dalam menekan angka putus sekolah sekaligus memperluas akses pendidikan yang merata, inklusif, dan berkualitas di seluruh wilayah Aceh.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murtalamuddin, S.Pd., MSP, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara. Karena itu, pemerintah terus menghadirkan berbagai inovasi agar tidak ada lagi anak Aceh yang kehilangan kesempatan meraih masa depan hanya karena terhenti di tengah perjalanan pendidikan.
"Melalui Program Pendidikan Jarak Jauh ini, Pemerintah Aceh memberikan kesempatan kedua bagi anak-anak yang belum dapat melanjutkan pendidikan agar kembali bersekolah dan memperoleh layanan pendidikan yang setara dengan sekolah reguler," ujarnya.
Program PJJ SMA Negeri Modal Bangsa dirancang khusus bagi lulusan SMP/MTs yang tidak melanjutkan pendidikan maupun peserta didik yang telah putus sekolah. Sistem pembelajaran dilaksanakan secara fleksibel dengan komposisi 30 persen tatap muka dan 70 persen pembelajaran daring menggunakan Learning Management System (LMS) yang dikelola oleh SMA Negeri Modal Bangsa sebagai sekolah induk.
Meski menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh, peserta didik tetap mengikuti kurikulum nasional yang setara dengan SMA reguler dan setelah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun akan memperoleh ijazah resmi yang diterbitkan oleh SMA Negeri Modal Bangsa.
Untuk memastikan layanan pendidikan dapat menjangkau berbagai daerah, SMA Negeri Modal Bangsa menggandeng empat sekolah mitra sebagai tempat pelaksanaan pembelajaran tatap muka, yaitu SMA Negeri 1 Seulimeum (Aceh Besar), SMA Negeri 1 Simpang Mamplam (Bireuen), SMA Negeri 6 Lhokseumawe, dan SMA Negeri 1 Gunung Meriah (Aceh Singkil).
Kepala SMA Negeri Modal Bangsa, Misra, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa Program Pendidikan Jarak Jauh merupakan solusi nyata untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak yang selama ini belum terjangkau layanan pendidikan formal.
"Program ini hadir untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak yang putus sekolah, tidak melanjutkan pendidikan, maupun yang menghadapi berbagai kendala agar tetap dapat menyelesaikan pendidikan menengah. Kami berharap tidak ada lagi anak Aceh yang kehilangan kesempatan meraih masa depan karena tidak dapat bersekolah," katanya.
Adapun persyaratan pendaftaran meliputi Anak Tidak Sekolah (ATS), lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan (LTMS), lulusan SMP/MTs Tahun Ajaran 2024/2025, atau peserta didik yang telah putus sekolah minimal satu tahun maupun lulusan tahun 2025, dengan usia maksimal 18 tahun.
Pendaftaran dilaksanakan secara daring melalui website resmi SMA Negeri Modal Bangsa mulai 2 hingga 30 Juli 2026. Informasi mengenai persyaratan dan ketentuan lengkap dapat diakses melalui laman resmi sekolah.
Sementara itu, melalui laman video yang di unggah oleh Dinas Pendidikan Aceh seluruh sekolah mitra menyatakan kesiapan mereka dalam menyukseskan pelaksanaan Program Pendidikan Jarak Jauh Tahun 2026. Dukungan tersebut menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Aceh, sekolah induk, sekolah mitra, orang tua, dan masyarakat dalam menghadirkan layanan pendidikan yang menjangkau seluruh anak Aceh.()