ACEH X POSE
Rapim Partai Aceh, Wali Nanggroe Ingatkan Kader Jangan Jadikan Partai untuk Kepentingan Pribadi
Politik

Sekjen Partai Aceh Tgk Aiyub Abbas saat membuka Rapat Pimpinan Partai Aceh Ban Sigom Aceh di Hotel Amel, Banda Aceh, Jumat 18/09/2026. Foto : Maulana Acehxpose.com

Rapim Partai Aceh, Wali Nanggroe Ingatkan Kader Jangan Jadikan Partai untuk Kepentingan Pribadi

M
Maulana
• • 3 menit baca

Banda Aceh, Acehxpose.com | Partai Aceh (PA) menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) Partai Aceh Ban Sigom Aceh di Hotel Amel, Banda Aceh, Jumat-Sabtu (18-19 September 2026).

Rapim yang mengusung tema “Hudep Sare Matee Syahid, Sikrek Gaphan Saboh Keureunda” tersebut diikuti 326 kader Partai Aceh dari berbagai daerah.

Ketua Panitia Rapim, Dr. T. Rasyidin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi forum konsolidasi pimpinan dan kader Partai Aceh untuk menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan.

Ketua DPR Aceh yang juga Bendahara Umum Partai Aceh, Zulfadhli atau Abang Samalanga, menyebut Rapim kali ini sebagai meusapat yang memiliki makna penting bagi internal partai.

Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mengembalikan arah politik Partai Aceh dengan mempertemukan para pimpinan dari wilayah timur, barat, hingga utara Aceh.

“Ini meusapat yang sakral. Kita satukan langkah, mengembalikan arah politik,” ujar Zulfadhli dalam Rapim tersebut.

Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan yang mungkin terjadi di internal partai.

“Musuh kita bukan orang yang zalim, tetapi pertikaian di antara kita. Boleh berbeda dalam pandangan, tetapi bersatu dalam tujuan,” katanya.

Aiyub Abbas: Kepentingan Aceh Harus Diperjuangkan Bersama

Sekretaris Jenderal Partai Aceh yang juga anggota DPR Aceh, Tgk Aiyub Abbas atau Abuwa, mengatakan kekompakan menjadi hal penting dalam memperjuangkan kepentingan Aceh.

Ia menyebut, dengan kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), terdapat peluang untuk mendapatkan sejumlah poin yang berkaitan dengan MoU Helsinki melalui revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Karena itu, menurut Aiyub, kepentingan Aceh membutuhkan kekompakan, baik antara partai politik lokal maupun partai politik nasional.

“Kalau menyangkut kepentingan Aceh, kita harus kompak, baik partai lokal maupun partai nasional,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Aiyub juga mengajak seluruh kader dan simpatisan Partai Aceh mendoakan kesembuhan Wali Nanggroe Aceh PYM Malik Mahmud Al-Haytar dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang berhalangan hadir karena kondisi kesehatan.

Aiyub mengaku suasana Rapim kali ini terasa berbeda karena dua tokoh yang selama ini menjadi pimpinan utama tersebut tidak dapat hadir secara langsung.

“Saya merasa kurang semangat karena kedua pimpinan kita tidak bisa berhadir karena berhalangan sakit. Semoga ke depan keduanya diberikan kesembuhan oleh Allah SWT,” kata Aiyub.

Pesan Wali Nanggroe: Jangan Jadikan PA untuk Kepentingan Pribadi

Sementara itu, PYM Malik Mahmud Al-Haytar menyampaikan pesan kepada peserta Rapim melalui rekaman video.

Dalam pesannya, Malik Mahmud mengucapkan selamat menjalankan Rapim dan mengingatkan kader Partai Aceh agar menjadikan perjuangan politik sebagai sarana menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Tujuan akhir kita adalah kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat Aceh,” ujar Malik Mahmud dalam video tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan seseorang dalam jabatan bukan semata-mata banyaknya posisi yang berhasil diraih.

“Ukuran keberhasilan kita bukanlah banyak jabatan yang kita raih, tapi apakah semua sendi kehidupan masyarakat menjadi lebih baik saat kita memiliki jabatan,” katanya.

Malik Mahmud juga meminta seluruh kader tidak menjadikan perbedaan pendapat sebagai sumber perpecahan. Menurutnya, perbedaan merupakan hal yang lumrah dalam organisasi. Namun, setiap persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme organisasi.

“Perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah. Jangan sampai menjadikan perbedaan sebagai sesuatu yang menimbulkan perpecahan. Selesaikan seluruh persoalan melalui mekanisme organisasi,” pesannya.

Ia secara khusus mengingatkan agar Partai Aceh tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, keluarga maupun kelompok tertentu.

“Jangan jadikan Partai Aceh untuk kepentingan pribadi, keluarga dan kelompok,” tegasnya.

Rapim tersebut turut dihadiri Darwis Djeunib, Wakil Ketua Umum KPA; Zulfadhli (Abang Samalanga) selaku Bendahara Umum Partai Aceh sekaligus Ketua DPR Aceh; Tgk Aiyub Abbas (Abuwa) selaku Sekjen Partai Aceh; Kepala Badan Kesbangpol Aceh Dr. Munawar, MA yang mewakili Wakil Gubernur Aceh; ulama kharismatik Aceh Abon Arongan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.[]

Berita Terkait