Nasi Bungkus RM Ujoeng Batee, Simpang Jambo Tape, Banda Aceh. Foto : Ist.
Sekali Coba, Bikin Rindu! Rahasia Nasi Bungkus RM Ujoeng Batee yang Bertahan Puluhan Tahun di Banda Aceh
Banda Aceh, Acehxpose.com | Ada rasa yang sekadar mengenyangkan. Ada pula rasa yang menyimpan kenangan. Begitu pula dengan Rumah Makan (RM) Ujoeng Batee, sebuah rumah makan legendaris di Banda Aceh yang bukan hanya menawarkan nasi bungkus, tetapi juga menghadirkan cita rasa yang membawa pelanggan kembali pada memori masa lalu.
Berlokasi di Jalan T. Hasan Dek, kawasan Simpang Jambo Tape, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, RM Ujoeng Batee telah puluhan tahun menjadi salah satu pilihan warga untuk menikmati masakan Aceh dan aneka lauk rumahan.
Di balik perjalanan panjang rumah makan tersebut, ada sosok Haji Dan (77 tahun) yang hingga kini masih berusaha mempertahankan cita rasa yang telah dibangunnya sejak puluhan tahun silam.
Bagi Haji Dan, berjualan makanan bukan sekadar mencari penghidupan. Ada resep, pengalaman dan kenangan yang terus ia rawat dari masa ke masa.
Nama Ujoeng Batee sebenarnya merujuk pada lokasi awal rumah makan tersebut di kawasan Ujoeng Batee, arah Krueng Raya.
Haji Dan mengenang, ketika pertama kali membuka usaha rumah makan, jumlah rumah makan di Banda Aceh masih sangat terbatas.
"Dulu waktu saya mulai, cuma ada tiga rumah makan di Banda Aceh. Selain kami, ada Rumah Makan Asia Utama dan Rumah Makan Minang Surya," kenangnya.
Perjalanan waktu dan situasi konflik membuat RM Ujoeng Batee kemudian berpindah lokasi. Dari Ujoeng Batee, usaha tersebut sempat menempati ruko milik Harian Serambi Indonesia.
Kini, aktivitas jual beli makanan berlangsung di sisi bangunan tersebut karena ruko sedang direhabilitasi dan digunakan pemilik untuk keperluan lain. Meski berkali-kali berpindah dan bahkan sempat mengalami masa buka-tutup, pelanggan tetap mencarinya. Dan mungkin, itulah bukti paling sederhana bahwa rasa memang tidak mudah dilupakan.
Bagi pelanggan lama, salah satu daya tarik RM Ujoeng Batee adalah nasi bungkusnya.
Begitu bungkus dibuka, aroma lauk dan kuah langsung menggoda selera. Nasi putih berpadu dengan beragam lauk dan sayuran yang menghadirkan rasa gurih, pedas, manis dan segar dalam satu porsi. Ada kuah pliek, sambal goreng hati dan telur puyuh, tempe bacem, capcai, hingga aneka ikan goreng segar dari laut Aceh. Perpaduan lauk tersebut membuat satu bungkus nasi terasa seperti hidangan rumahan yang lengkap.
Bagi pencinta ikan, pilihan ikan goreng menjadi salah satu menu yang sulit dilewatkan. Salah satunya ikan rambeu goreng, yang bagi sebagian pelanggan justru menjadi lauk favorit ketika ingin menikmati nasi bungkus khas RM Ujoeng Batee.
Menariknya, pelanggan juga bisa memilih lauk sesuai selera. Mau kuah pliek yang khas, sambal goreng hati yang menggoda, atau ikan goreng yang gurih, semuanya bisa dipadukan dalam satu bungkus.
RM Ujoeng Batee juga menyediakan nasi kotak dengan isi yang cukup lengkap. Tak hanya nasi dan lauk, nasi kotak tersebut dilengkapi potongan buah segar sebagai penutup. Sajian ini cocok untuk berbagai kebutuhan, mulai dari makan bersama keluarga, rapat, acara kantor hingga kegiatan lainnya.
Namun, cerita paling menarik tentang RM Ujoeng Batee justru datang dari pelanggan.
Pernah suatu ketika, seorang keluarga penulis yang sedang sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit. Di tengah kondisi tersebut, makanan yang diminta setiap siang justru nasi bungkus RM Ujoeng Batee.
"Mintanya nasi bungkus Ujoeng Batee, pakai sambal goreng hati dan ikan rambeu goreng. Katanya supaya selera makan".
Sebuah cerita sederhana, tetapi menunjukkan bahwa makanan terkadang bukan hanya soal rasa. Ia bisa menjadi bagian dari kenangan, kerinduan, bahkan penyemangat ketika seseorang sedang sakit.
Ada banyak rumah makan baru bermunculan di Banda Aceh. Konsepnya semakin beragam, tampilannya semakin modern dan promosinya semakin agresif. Namun RM Ujoeng Batee memilih jalannya sendiri.
Mempertahankan rasa.
Haji Dan yang kini telah berusia 77 tahun pun menyadari bahwa perjalanan tersebut suatu saat akan berakhir.
Ia tidak tahu sampai kapan masih mampu berdiri melayani pelanggan dan memanjakan lidah warga Banda Aceh. Namun selama masih diberi kemampuan, ia ingin tetap berjualan.
Sebab baginya, ada kepuasan tersendiri ketika melihat pelanggan datang, menikmati makanan dan kemudian kembali lagi di hari berikutnya.
RM Ujoeng Batee mungkin telah berpindah tempat berkali-kali. Tetapi satu hal yang tidak ikut berpindah: rasa dan kenangan pelanggan.
Jadi, jika suatu hari Anda berada di Banda Aceh dan ingin mencicipi nasi bungkus dengan cita rasa rumahan yang kaya lauk dan sarat cerita, RM Ujoeng Batee bisa menjadi salah satu persinggahan kuliner yang layak dicoba.
Datanglah bukan hanya untuk mengisi perut.
Bisa jadi, satu bungkus nasi di sana akan membawa Anda pulang bersama segudang memori.[]