ACEH X POSE
Shark Plateau Sabang, Surga Diving Pulau Weh Tempat Hiu Karang Berkeliaran
Pariwisata

Foto : Ist

Shark Plateau Sabang, Surga Diving Pulau Weh Tempat Hiu Karang Berkeliaran

D
D I M
• • 5 menit baca

Acehxpose.com | SABANG – Kota Sabang, Aceh, tak hanya dikenal dengan panorama pantai dan Pulau Weh yang memesona. Di bawah permukaan lautnya tersimpan sejumlah titik penyelaman yang menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Salah satu spot yang cukup dikenal di kalangan penyelam adalah Shark Plateau, kawasan penyelaman di perairan Gampong Iboih, Kota Sabang, yang berada di sisi utara kawasan Batee Tokong dan sekitar Pulau Seulako.

Shark Plateau menawarkan pengalaman menyelam di kawasan laut dalam dengan karakter terumbu, arus dan kehidupan laut yang membuat lokasi ini menarik bagi penyelam berpengalaman.

Berdasarkan informasi dari PADI, Shark Plateau berada di sisi utara Batee Tokong dengan kedalaman sekitar 24 meter pada area plateau dan maksimum yang tercatat sekitar 30 meter. Lokasi ini merupakan dive site tingkat lanjut (advanced) dan diakses menggunakan perahu.

Habitat Hiu dan Ikan Pelagis

Nama Shark Plateau tidak lepas dari keberadaan hiu yang menjadi salah satu daya tarik utama kawasan tersebut.

Di lokasi ini penyelam berpeluang menjumpai blacktip reef shark dan whitetip reef shark, sementara hiu karang abu-abu atau grey reef shark juga dapat terlihat.

Selain hiu, perairan Shark Plateau menjadi habitat berbagai jenis ikan dan satwa laut lainnya. PADI mencatat sejumlah satwa yang umum dijumpai di kawasan tersebut, antara lain tuna, eagle ray, hiu dan gerombolan ikan fusilier.

Operator penyelaman Pulau Weh juga menyebut kawasan ini sebagai salah satu lokasi yang memungkinkan penyelam melihat gerombolan trevally, tuna, eagle ray hingga berbagai jenis ikan karang.

Keberadaan ikan-ikan berukuran besar dan satwa pelagis membuat penyelaman di Shark Plateau memiliki karakter berbeda dibandingkan lokasi yang lebih tenang dan dangkal.

Berada di Kawasan Batee Tokong

Shark Plateau merupakan bagian dari kawasan penyelaman Batee Tokong. Sejumlah sumber penyelaman menyebut Shark Plateau berada di bagian utara Batee Tokong dan memiliki karakter berupa plateau bawah laut.

Pulau Weh Resort menyebut kawasan Batee Tokong dan Shark Plateau memiliki bentang bawah laut yang kaya dengan kehidupan laut. Di area Shark Plateau, penyelam berpeluang melihat hiu karang blacktip, whitetip hingga grey reef shark.

Selain satwa besar, kawasan tersebut juga memiliki berbagai biota laut seperti moray eel, nudibranch, lionfish, scorpionfish, frogfish, butterflyfish dan triggerfish.

Kekayaan tersebut menjadikan kawasan Batee Tokong-Shark Plateau sebagai salah satu kawasan penyelaman yang memiliki keragaman biota laut di Pulau Weh.

Bukan Spot untuk Penyelam Pemula

Di balik keindahan bawah lautnya, Shark Plateau bukan lokasi yang dapat disamakan dengan spot snorkeling atau diving dangkal.

PADI mengategorikan Shark Plateau sebagai advanced dive site. Lokasi ini memiliki karakter penyelaman drift dan reef dengan akses menggunakan perahu. Penggunaan dive computer dan surface marker buoy juga termasuk perlengkapan yang direkomendasikan.

Sejumlah operator penyelaman juga merekomendasikan penggunaan Nitrox untuk penyelaman di lokasi tersebut.

Karakter arus dan kedalaman menjadi faktor penting yang harus diperhitungkan sebelum melakukan penyelaman.

Karena itu, wisatawan yang ingin menikmati Shark Plateau perlu mengikuti arahan dive operator, memperhatikan kondisi laut, menggunakan peralatan sesuai standar serta menyelam sesuai tingkat kemampuan dan sertifikasi.

Bagian dari Kekayaan Wisata Selam Sabang

Keberadaan Shark Plateau semakin memperkuat posisi Sabang sebagai salah satu kawasan wisata bahari yang memiliki kekayaan bawah laut.

Perairan Pulau Weh memiliki lebih dari 30 titik penyelaman dengan karakter yang berbeda-beda. Selain Shark Plateau dan Batee Tokong, sejumlah lokasi yang dikenal di kalangan penyelam antara lain The Canyon, Rubiah Sea Garden dan kawasan wreck diving kapal Sophie Rickmers.

Keragaman tersebut memberikan pilihan bagi wisatawan dengan berbagai tingkat pengalaman, mulai dari lokasi yang relatif ramah bagi penyelam pemula hingga spot yang membutuhkan kemampuan menyelam tingkat lanjut.

Bagi Sabang, potensi tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan wisata bahari sekaligus memperkuat daya tarik Pulau Weh di mata wisatawan yang mencari pengalaman wisata bawah laut.

Shark Plateau dan Tantangan Keselamatan

Aspek keselamatan menjadi perhatian penting dalam aktivitas diving di Shark Plateau.

Pada September 2026, kawasan ini menjadi lokasi insiden hilangnya seorang wisatawan asal Malaysia, Ho Wee Han (49), ketika melakukan penyelaman. Ia dilaporkan hilang pada 11 September 2026 saat menyelam bersama rombongan di kawasan Shark Plateau dekat Pulau Seulako, Iboih.

Dalam laporan operasi pencarian, Tim SAR gabungan bahkan memperluas area pencarian hingga radius 10 nautical mile dari lokasi kejadian dengan mempertimbangkan kondisi perairan dan kemungkinan pergerakan korban.

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa keindahan bawah laut Sabang harus diimbangi dengan pemahaman terhadap karakter laut, kedalaman, arus serta prosedur keselamatan.

Bagi penyelam, mengikuti briefing sebelum turun ke laut, menyelam bersama buddy, menggunakan peralatan yang sesuai dan mengikuti instruksi pemandu merupakan bagian penting dari keselamatan.

Potensi Wisata Kelas Dunia

Dengan kombinasi terumbu karang, plateau bawah laut, hiu karang, tuna, trevally, eagle ray dan berbagai biota lainnya, Shark Plateau menjadi salah satu titik yang memperlihatkan kekayaan ekosistem laut Pulau Weh.

Potensi tersebut juga memperkuat daya tarik Sabang sebagai destinasi wisata selam. Pengembangan wisata diving tidak hanya bergantung pada keindahan bawah laut, tetapi juga membutuhkan pengelolaan kawasan, standar keselamatan, kompetensi pemandu serta kelestarian ekosistem.

Shark Plateau pada akhirnya bukan sekadar tempat untuk melihat hiu. Spot ini menjadi bagian dari lanskap bawah laut Pulau Weh yang memperlihatkan bagaimana kekayaan alam, wisata bahari dan aktivitas penyelaman bertemu di perairan Sabang.

Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Shark Plateau, pengalaman tersebut membutuhkan persiapan lebih matang dibandingkan wisata bahari biasa. Dengan kondisi laut yang dinamis, kedalaman cukup signifikan dan karakter penyelaman tingkat lanjut, keselamatan tetap menjadi prioritas utama saat menikmati pesona bawah laut Sabang.

Berita Terkait