Alasan Mengapa Penumpang Harus Menegakkan Kursi Saat Pesawat Take Off dan Landing
BANDA ACEH – Setiap kali pesawat akan lepas landas (take off) maupun mendarat (landing), awak kabin selalu mengingatkan penumpang untuk menegakkan sandaran kursi. Meski terlihat sebagai aturan sederhana, langkah ini memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan penerbangan.
Menurut standar keselamatan penerbangan internasional, posisi kursi yang tegak dapat memudahkan penumpang bergerak dan mempercepat proses evakuasi jika terjadi keadaan darurat. Saat sandaran kursi direbahkan, ruang gerak penumpang di belakang menjadi lebih sempit sehingga dapat menghambat mereka keluar dari tempat duduk.
Selain itu, posisi kursi yang tegak membantu penumpang mempertahankan postur tubuh yang lebih aman ketika pesawat mengalami perlambatan mendadak, benturan, atau turbulensi yang mungkin terjadi saat fase lepas landas dan pendaratan. Kedua fase tersebut dikenal sebagai periode paling kritis dalam penerbangan karena sebagian besar insiden terjadi pada saat pesawat naik atau turun.
Kursi yang ditegakkan juga memungkinkan penumpang melihat instruksi keselamatan dengan lebih jelas dan memudahkan awak kabin melakukan pemeriksaan kondisi kabin sebelum pesawat bergerak. Jendela yang terbuka, meja lipat yang tertutup, dan kursi yang tegak merupakan bagian dari prosedur keselamatan yang harus dipatuhi seluruh penumpang.
Pakar keselamatan penerbangan menjelaskan bahwa setiap detik sangat berharga dalam situasi darurat. Dengan kursi berada dalam posisi tegak, jalur evakuasi menjadi lebih lapang dan risiko cedera akibat benturan dapat diminimalkan.
Karena itu, meskipun sering dianggap sepele, menegakkan sandaran kursi saat take off dan landing merupakan salah satu bentuk kepatuhan terhadap prosedur keselamatan yang dapat membantu melindungi seluruh penumpang dan awak pesawat selama penerbangan.
Keselamatan selalu menjadi prioritas utama, dan kepatuhan terhadap instruksi awak kabin merupakan bagian penting dari perjalanan udara yang aman dan nyaman.