Cabai Merah yang telah dipanen oleh Petani Zulfikar di Desa Keutapang, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu 03/10/2026. Foto : Acehxpose.com.
Bertahan di Tengah Kemarau, Petani Cabai Lhoong Kini Raup Hasil Panen Menguntungkan
Aceh Besar, Acehxpose.com | Perjuangan petani cabai di Desa Keutapang, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, menghadapi kemarau panjang mulai membuahkan hasil.
Setelah sebelumnya harus berjibaku menjaga tanaman dari kekurangan air, kini tanaman cabai milik sejumlah petani mulai memasuki masa panen dengan hasil yang cukup baik.
Salah seorang petani cabai, Zulfikar (41), mengatakan hasil panen yang diperolehnya sejauh ini cukup menggembirakan. Bahkan, harga cabai yang diterimanya dari pengepul mengalami kenaikan dibandingkan saat panen perdana.
"Pada awal panen pertama pengepul menampung dengan harga Rp45 ribu per kilogram. Sekarang kami ditampung oleh pengepul sebesar Rp55 ribu per kilogram," kata Zulfikar kepada Acehxpose.com, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, harga tersebut cukup membantu setelah sebelumnya ia mengeluarkan modal sekitar Rp20 juta untuk menanam sekitar 6.000 batang cabai.
Zulfikar menyebutkan, untuk sementara modal awal yang dikeluarkannya sudah kembali. Saat ini, hasil panen yang diperoleh mulai masuk pada tahap keuntungan.
"Untuk sementara modal awal sudah balik. Sekarang ini kami sedang mencari keuntungan dari hasil panen. Mudah-mudahan harga terus naik atau setidaknya bisa bertahan," ujarnya.
Bertahan di Tengah Kemarau
Sebelumnya, Zulfikar harus melakukan perawatan ekstra terhadap tanaman cabainya akibat keterbatasan air selama musim kemarau.
Penyiraman bahkan terkadang dilakukan hingga larut malam untuk menjaga tanaman tetap hidup dan produktif. Tanaman yang tidak mampu bertahan akibat kekeringan terpaksa dicabut dan diganti.
Upaya tersebut kini mulai terbayar dengan hasil panen yang dinilai cukup bagus.
Bagi Zulfikar, keberhasilan mempertahankan tanaman hingga masa panen menjadi hal penting karena biaya yang telah dikeluarkan cukup besar. Ia berharap kondisi harga cabai tetap menguntungkan hingga seluruh tanaman selesai dipanen.
"Mudah-mudahan harga tetap bagus. Kalau bisa naik tentu lebih baik bagi kami petani," katanya.
Harga Cabai di Pasaran Lebih Tinggi
Sementara itu, berdasarkan pantauan Acehxpose.com di kawasan Lambaro, Aceh Besar, Sabtu (3/10/2026), harga cabai yang dijual oleh pengepul kepada pedagang berada pada kisaran Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.
Sedangkan di tingkat pedagang, harga cabai dapat mencapai sekitar Rp100 ribu per kilogram.
Perbedaan harga tersebut menunjukkan adanya selisih harga di sepanjang rantai distribusi, mulai dari petani, pengepul hingga pedagang.
Bagi petani seperti Zulfikar, harga di tingkat pengepul menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan biaya produksi yang telah dikeluarkan dapat kembali sekaligus memberikan keuntungan dari usaha tani cabai.
Setelah melewati tantangan kemarau dan keterbatasan air, hasil panen yang kini mulai dinikmati menjadi harapan baru bagi petani cabai di Desa Keutapang.
Mereka berharap harga tetap stabil atau meningkat sehingga kerja keras selama masa tanam hingga panen dapat memberikan hasil yang sepadan.[]