ACEH X POSE
Outdoor Library Hadir di Bustanussalatin, 8 Pekan Ada Puluhan Kegiatan Gratis
Ekonomi & Bisnis

Taman Sari Bustanussalatin, Banda Aceh. Foto : Ist.

Outdoor Library Hadir di Bustanussalatin, 8 Pekan Ada Puluhan Kegiatan Gratis

M
Maulana
• • 3 menit baca

Banda Aceh, Acehxpose.com | Taman Sari Bustanussalatin, Banda Aceh, bersiap menjadi ruang literasi terbuka selama delapan pekan. Melalui program Banda Aceh Outdoor Library, masyarakat akan disuguhi puluhan kegiatan kreatif, budaya, edukasi, hingga aktivitas keluarga mulai 31 Oktober hingga 20 Desember 2026.

Program ini tak sekadar menghadirkan buku di ruang terbuka. Pemerintah Kota Banda Aceh ingin menjadikan taman kota sebagai tempat masyarakat membaca, berinteraksi, berkreasi, sekaligus mengenal budaya dan menggerakkan ekonomi lokal.

Banda Aceh Outdoor Library merupakan bagian dari implementasi terpilihnya Banda Aceh, Indonesia, bersama Kota San Salvador, El Salvador, dalam ajang Seoul ODA Challenge 2026. Pemerintah Kota Seoul atau Seoul Metropolitan Government (SMG) turut mendukung pelaksanaan proyek tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, mengatakan program ini menjadi kesempatan untuk memperkuat ekosistem literasi dengan memanfaatkan ruang publik.

“Keberhasilan outdoor library ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Mari semua OPD untuk mendukung penuh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan agar kegiatan ini sukses dan berkelanjutan,” kata Jalaluddin, Kamis (8/10/2026).

Dalam pelaksanaannya, Pemko Banda Aceh menggandeng Ate Fulawan Media dan YouthID Foundation sebagai mitra implementator lapangan.

Founder YouthID, Bayu Satria, menjelaskan konsep outdoor library dirancang agar masyarakat tidak hanya datang untuk membaca, tetapi juga mendapatkan pengalaman melalui beragam aktivitas yang menyenangkan dan interaktif.

Menurut dia, program ini diharapkan mampu membangun kebiasaan membaca sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Interaksi yang tercipta juga diharapkan memberi dampak terhadap ekonomi lokal, promosi budaya, dan pariwisata Banda Aceh.

Puluhan Kegiatan, Libatkan Lebih dari 50 Komunitas

Selama delapan pekan pelaksanaan, Banda Aceh Outdoor Library dijadwalkan menggelar 16 hari aktivasi dengan sedikitnya 40 kegiatan yang mencakup literasi, kreativitas, budaya, keluarga, dan komunitas.

Lebih dari 50 komunitas dan mitra akan dilibatkan dalam program tersebut. Seluruh kegiatan berlangsung di ruang literasi publik tematik yang dapat diakses masyarakat secara gratis.

Aktivitas yang disiapkan cukup beragam, mulai dari lomba mewarnai, reels competition, Banda Aceh Got Talent, storytelling, melukis media tanam, fashion show, hingga kegiatan daur ulang dan inovasi pemuda.

Pengunjung juga dapat mengikuti lokakarya budaya Korea, membuat suvenir sendiri atau DIY souvenir, kelas kecantikan, bedah film, permainan tradisional, terapi seni (art therapy), serta bedah buku.

Untuk menambah daya tarik, penyelenggara turut menyiapkan photobox, layanan kartu pos, produk fesyen Aceh-Korea, suvenir resmi, area kopi, bazar UMKM, dan bazar suvenir. Edukasi pemilahan sampah juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Diharapkan Menjadi Agenda Literasi Berkelanjutan

Pemko Banda Aceh berharap kehadiran Outdoor Library tidak berhenti sebagai kegiatan temporer, tetapi berkembang menjadi agenda literasi yang berkelanjutan.

Jalaluddin mengajak berbagai pihak, mulai dari mitra pembangunan, sektor swasta, komunitas, hingga masyarakat, untuk bersama-sama mendukung program tersebut.

Dengan memadukan literasi, kreativitas, budaya, dan aktivitas ekonomi, Bustanussalatin diharapkan menjadi ruang publik yang semakin hidup sekaligus membuka cara baru bagi warga Banda Aceh untuk menikmati kegiatan membaca dan belajar di luar ruangan.

Berita Terkait