ACEH X POSE
Bukan cuma Pantai, Intip Keseruan Berburu Ikan Segar Sejak Subuh di Pulau Weh
Opini

Foto : Ist

Bukan cuma Pantai, Intip Keseruan Berburu Ikan Segar Sejak Subuh di Pulau Weh

D
D I M
• • 5 menit baca

Acehxpose.com | SABANG – Ketika sebagian wisatawan masih terlelap, suasana pesisir Pulau Weh sudah mulai hidup. Langit perlahan berubah warna. Udara pagi terasa sejuk, sementara dari arah laut terdengar suara mesin perahu nelayan yang mulai mendekati daratan.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan sisi lain Sabang, momen seperti ini bisa menjadi awal petualangan kuliner yang berbeda. Bukan langsung menuju pantai, bukan pula mengejar matahari terbit di objek wisata populer.

Kali ini tujuannya adalah berburu ikan segar sejak subuh, memilih hasil tangkapan nelayan, lalu mengubahnya menjadi ikan bakar untuk disantap saat pagi menjelang siang.

Inilah salah satu cara sederhana menikmati Sabang dari sisi yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir.

Subuh, Saat Perahu Nelayan Mulai Pulang

Sekitar pagi buta, aktivitas nelayan mulai terlihat di sejumlah kawasan pesisir.

Perahu yang sebelumnya mencari ikan di laut perlahan merapat. Hasil tangkapan kemudian diturunkan dan dipilah.

Suasana berubah cepat.

Ikan dipindahkan dari perahu, pedagang mulai menunggu, sementara masyarakat yang ingin membeli hasil laut segar mulai berdatangan. Bagi wisatawan, pemandangan ini menjadi pengalaman tersendiri.

Mereka bisa melihat langsung bagaimana ikan yang nantinya menjadi hidangan di meja makan diperoleh.

Tidak ada etalase mewah. Hanya perahu nelayan, hasil tangkapan laut, pedagang, pembeli dan aktivitas pagi yang berlangsung apa adanya.

Justru suasana inilah yang membuat pengalaman berburu ikan di Sabang terasa autentik.

Begitu hasil tangkapan tersedia, petualangan berikutnya dimulai.

Wisatawan dapat melihat satu per satu ikan yang baru didaratkan. Ada yang berukuran kecil, sedang hingga besar.

Jenis ikan yang tersedia tentu bergantung pada hasil tangkapan nelayan hari itu. Karena itu, berburu ikan segar memiliki sensasi tersendiri.

Tidak ada kepastian ikan apa yang akan ditemukan sebelum melihat langsung hasil tangkapan.

Hari ini bisa menemukan tongkol atau cakalang. Di waktu lain, pilihan ikan karang dan hasil laut lainnya bisa lebih beragam.

Bagi wisatawan, proses memilih ikan menjadi bagian dari pengalaman. Ikan dipilih berdasarkan ukuran, kondisi dan kebutuhan untuk dimasak.

Kalau ingin membuat ikan bakar untuk disantap bersama keluarga atau teman, ikan berukuran cukup besar tentu menjadi pilihan menarik.

Bukan Sekadar Belanja, tetapi Mengenal Kehidupan Nelayan

Berburu ikan di pasar atau kawasan pendaratan ikan membuat wisatawan melihat Sabang dari sudut berbeda.

Selama ini Pulau Weh lebih sering dibicarakan karena pantai, snorkeling, diving dan panorama lautnya. Padahal, laut yang sama juga menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Setiap ikan yang dijual memiliki cerita. Ada nelayan yang berangkat sebelum matahari terbit, ada yang melaut sepanjang malam, lalu kembali membawa hasil tangkapan untuk dijual.

Ketika wisatawan membeli ikan lokal, mereka sebenarnya sedang masuk ke dalam bagian kecil dari aktivitas ekonomi masyarakat pesisir Sabang.

Dari Pasar Langsung Menuju Tempat Bakar

Setelah ikan pilihan didapat, perjalanan belum selesai. Kini waktunya membawa ikan tersebut menuju tempat untuk diolah.

Bayangkan ikan yang beberapa saat sebelumnya masih berada di dalam keranjang hasil tangkapan, kini mulai dibersihkan. Sisiknya dibuang, bagian perut dibersihkan, ikan kemudian dicuci sebelum diberi bumbu.

Bumbu sederhana seperti bawang, cabai, kunyit, jeruk nipis dan rempah lainnya bisa menjadi pilihan untuk memberikan cita rasa khas.

Kemudian bara api disiapkan.

Saat ikan mulai diletakkan di atas panggangan, aroma khas ikan bakar perlahan memenuhi udara.

Kulit ikan mulai mengering dan berubah warna.

Bumbu yang menempel pada permukaan ikan ikut terbakar perlahan, menghasilkan aroma yang semakin menggoda. Di titik inilah perjalanan ikan dari laut hingga meja makan terasa lengkap.

Ikan Bakar, Menu Sederhana yang Bikin Nagih

Tidak perlu menu yang rumit untuk menikmati hasil laut segar. Ikan bakar dengan nasi hangat, sambal dan lalapan sudah cukup untuk membuat sarapan atau makan siang di Sabang terasa istimewa.

Apalagi jika ikan yang dibakar benar-benar masih segar. Dagingnya terasa lebih lembut dan cita rasa lautnya masih kuat.

Ketika disantap di ruang terbuka dengan udara Pulau Weh, pengalaman kuliner tersebut menjadi semakin lengkap.

Bukan hanya soal rasa, ada cerita di balik setiap suapan.

Ada perjalanan nelayan mencari ikan, aktivitas pasar pada pagi hari, proses memilih ikan hingga aroma bara yang mengubah hasil tangkapan menjadi hidangan siap santap.

Pengalaman seperti ini cocok bagi wisatawan yang ingin keluar dari pola wisata biasa.

Datang ke Sabang tidak harus selalu dimulai dari objek wisata. Sesekali, perjalanan bisa dimulai dari pasar ikan.

Bangun sebelum matahari tinggi, menyusuri kawasan pesisir, melihat nelayan pulang melaut, membeli ikan segar, kemudian menikmati ikan bakar.

Satu rangkaian perjalanan tersebut bahkan bisa menjadi cerita tersendiri untuk dibagikan di media sosial.

Foto perahu nelayan saat pagi.

Foto hasil tangkapan.

Foto ikan pilihan sebelum dibakar.

Lalu foto terakhir ketika ikan bakar tersaji lengkap dengan nasi, sambal dan pemandangan laut Sabang.

Satu perjalanan, banyak cerita. Dari Laut Pulau Weh ke Piring Wisatawan. Ada sesuatu yang berbeda ketika makanan yang disantap berasal dari tempat yang baru saja dikunjungi.

Di Sabang, wisatawan dapat merasakan hubungan tersebut secara langsung. Laut yang dilihat dari pantai adalah laut yang sama tempat nelayan mencari ikan.

Perahu yang terlihat dari kejauhan adalah bagian dari aktivitas yang memasok hasil laut ke masyarakat. Dan ikan yang akhirnya tersaji di atas meja menjadi penghubung antara wisatawan dengan kehidupan pesisir Pulau Weh.

Itulah mengapa berburu ikan segar sejak subuh hingga menjadi ikan bakar bukan sekadar aktivitas kuliner.

Ini adalah pengalaman wisata yang mempertemukan alam, masyarakat, tradisi, ekonomi lokal dan cita rasa dalam satu perjalanan.

Sabang memang punya banyak cara untuk membuat wisatawan jatuh hati. Ada laut biru, pantai, bawah laut, matahari terbenam dan panorama Pulau Weh.

Namun, ada pula pengalaman sederhana yang sering luput dari perhatian, bangun ketika hari masih gelap, datang ke kawasan pesisir, menyaksikan nelayan kembali dari laut.

Ketika akhirnya ikan bakar tersaji dan disantap bersama nasi hangat, wisatawan bukan hanya sedang menikmati makanan.

Mereka sedang menikmati sepotong kehidupan Sabang yang datang langsung dari laut ke meja makan.

Dan mungkin, inilah salah satu cara paling sederhana untuk membawa pulang cerita yang berbeda dari Pulau Weh.

Berita Terkait