ACEH X POSE
Cegah Penularan HIV Sejak Dini, Dinkes dan DSI Edukasi Generasi Muda di Sekolah
Kesehatan

Foto : Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh

Cegah Penularan HIV Sejak Dini, Dinkes dan DSI Edukasi Generasi Muda di Sekolah

D
D I M
2 menit baca

BANDA ACEH – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh bersama Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh memperkuat kolaborasi dalam memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai bahaya pergaulan bebas sebagai upaya pencegahan penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan penyakit menular seksual.

Program edukasi tersebut dilaksanakan secara bertahap di sejumlah sekolah di Kota Banda Aceh dengan melibatkan Dinas Pendidikan. Kegiatan menyasar para pelajar tingkat SMP dan SMA sebagai kelompok usia yang dinilai rentan terhadap perilaku berisiko.

Pada Jumat (31/7/2026), tim gabungan mengunjungi SMA Negeri 1 Banda Aceh dan SMP Negeri 4 Banda Aceh. Materi edukasi disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, drg. Supriady, M.Kes.

Dalam pemaparannya, para pelajar diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, menghindari perilaku seksual berisiko, serta memahami cara pencegahan infeksi menular seksual, termasuk HIV. Selain aspek kesehatan, edukasi juga menekankan pentingnya penguatan nilai moral dan karakter sebagai benteng dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan pergaulan.

Menurut Dinkes Kota Banda Aceh, langkah preventif tersebut dilakukan berdasarkan hasil pemetaan data kesehatan yang menunjukkan bahwa mayoritas penderita HIV berada pada kelompok usia produktif 20 hingga 30 tahun. Namun, tren peningkatan juga mulai terlihat pada kelompok usia sekolah, yakni 11 hingga 20 tahun, sehingga diperlukan upaya pencegahan sejak dini melalui jalur pendidikan.

Kolaborasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan, Dinas Syariat Islam, dan Dinas Pendidikan diharapkan mampu membangun kesadaran para pelajar mengenai pentingnya menjaga kesehatan sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai moral dan agama dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Kota Banda Aceh menilai pendekatan yang menggabungkan edukasi kesehatan dan pembinaan karakter menjadi strategi penting untuk menekan perilaku berisiko di kalangan remaja. Melalui sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah, para siswa diharapkan memiliki pengetahuan yang memadai mengenai pencegahan HIV, mampu mengambil keputusan yang sehat, serta menjauhi perilaku yang dapat membahayakan masa depan mereka.

Program ini merupakan bagian dari upaya preventif Pemerintah Kota Banda Aceh dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, mencegah penularan HIV, dan membangun lingkungan sosial yang sehat melalui sinergi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan pembinaan keagamaan.

Berita Terkait