ACEH X POSE
DSI Banda Aceh Ingatkan Bahaya LGBT Lewat Kisah Nabi Luth
Agama

DSI Banda Aceh Ingatkan Bahaya LGBT Lewat Kisah Nabi Luth

M
Maulana
2 menit baca

Banda Aceh | Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh mengajak masyarakat memperkuat pemahaman ajaran Islam sebagai benteng menghadapi berbagai tantangan moral di era modern, termasuk perilaku yang dinilai bertentangan dengan syariat Islam.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Safari Dakwah (Safda) Malam Ahad yang digelar di Masjid Baiturrahmah, Gampong Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, Sabtu (25/7/2026) malam.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Alimsyah, mengatakan Safari Dakwah merupakan agenda rutin pemerintah kota untuk memperkuat syiar Islam sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai keagamaan.

"Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memperkuat akidah dan pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam agar mampu menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang di tengah masyarakat," kata Alimsyah.

Pada kegiatan tersebut, DSI menghadirkan penceramah Dr. Tgk. Fahmi Sofyan, Lc., M.A. yang menyampaikan kajian Tafsir Surah Al-A'raf ayat 80–84, yang mengisahkan peringatan Allah SWT kepada kaum Nabi Luth atas perbuatan yang dalam ajaran Islam dipandang sebagai perbuatan keji.

Menurut Alimsyah, tema tersebut dipilih karena dinilai relevan dengan upaya Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memberikan edukasi keagamaan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.

"Melalui kajian ini kami berharap masyarakat semakin memahami ajaran Islam, memperkuat ketahanan keluarga, serta membimbing generasi muda agar terhindar dari berbagai perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai syariat," ujarnya.

Ia menambahkan, keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk karakter anak sejak dini. Karena itu, orang tua diharapkan semakin aktif mendampingi, memberikan pendidikan agama, serta membangun komunikasi yang baik dengan anak agar mampu menghadapi pengaruh negatif dari lingkungan maupun perkembangan teknologi digital.

Selain penguatan peran keluarga, Alimsyah juga mengajak masyarakat untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang edukasi, pembinaan akhlak, dan penguatan ukhuwah Islamiyah.

Menurutnya, Safari Dakwah akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai media penyampaian pesan-pesan keislaman yang relevan dengan dinamika sosial masyarakat.

Kegiatan tersebut turut diisi oleh Imam Salat Isya Tgk. Bukhari M. Ali, S.Ag, muazin Tgk. Muhammad Syukur, S.H.I., serta dipandu protokol Tgk. Arifuddin Al Makassari.

DSI Banda Aceh berharap melalui penguatan dakwah dan pendidikan keagamaan, masyarakat semakin memahami ajaran Islam secara utuh, memperkokoh ketahanan moral keluarga, serta bersama-sama menjaga kehidupan sosial yang harmonis sesuai nilai-nilai Syariat Islam yang berlaku di Kota Banda Aceh.

Berita Terkait