Illiza Kunjungi Katadata, Kebijakan Pembangunan Banda Aceh Harus Berbasis Data
Jakarta, Acehxpose.com | Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan pentingnya pemanfaatan data dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan daerah.
Menurut Illiza, kebijakan yang disusun berdasarkan data akan lebih tepat sasaran serta memiliki dampak yang dapat diukur dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Hal itu disampaikan Illiza saat melakukan kunjungan ke Kantor Katadata di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
“Saya yakin ketika kebijakan yang kita ambil berbasis data akan lebih tepat sasaran dan punya dampak kepada masyarakat yang lebih terukur,” kata Illiza.
Ia mencontohkan berbagai kegiatan atau event yang digelar di daerah. Menurutnya, setiap kegiatan tidak hanya harus dilihat dari sisi pelaksanaan, tetapi juga perlu diukur dampaknya terhadap perekonomian masyarakat dan daerah.
“Bagaimana beberapa event yang dilaksanakan di daerah memiliki dampak ekonomis bagi masyarakat dan mempunyai multiefek yang bisa dirasakan atau berdampak kepada daerah yang melaksanakan beberapa kegiatan,” ujarnya.
Karena itu, Pemerintah Kota Banda Aceh berencana memperkuat kolaborasi dengan Katadata dalam pemanfaatan data untuk mengukur efektivitas berbagai program pembangunan.
Illiza mengatakan, setiap program pemerintah ke depan diharapkan memiliki indikator yang jelas sehingga manfaat dan dampaknya dapat diukur secara objektif.
“Kita ingin berkolaborasi agar ke depan program-program yang kita lakukan ini bisa ada ukuran berbasis data, di mana dampaknya bisa diukur oleh masyarakat kita,” katanya.
Ia menambahkan, kebijakan pemerintah juga perlu terus disempurnakan dengan menjadikan data sebagai salah satu pijakan utama dalam proses pengambilan keputusan.
“Begitu juga kebijakan yang kita ambil perlu kita sempurnakan karena semua itu harus berbasis data. Jadi kalau mau bicara harus berbasis data,” tegas Illiza.
Dalam pertemuan tersebut, Illiza juga menyampaikan sejumlah upaya Pemerintah Kota Banda Aceh dalam membenahi tata kelola pemerintahan berbasis elektronik.
Menurutnya, transformasi digital pemerintahan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pengelolaan dan pemanfaatan data untuk mendukung pembangunan daerah.
Pemanfaatan data yang semakin baik, kata Illiza, diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menyusun program yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Upaya tersebut juga diarahkan untuk mendukung peningkatan berbagai indikator pembangunan di Banda Aceh, termasuk menekan angka kemiskinan serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Dengan kebijakan yang berbasis data, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap setiap program pembangunan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.