ACEH X POSE
Kenuri Tangkuh Nuling dan Itik Encer Angkat Kekayaan Tradisi Gayo Lues di ACF 2026
Kuliner

Foto : Ist

Kenuri Tangkuh Nuling dan Itik Encer Angkat Kekayaan Tradisi Gayo Lues di ACF 2026

D
D I M
• • 4 menit baca

AcehXPose.com | BANDA ACEH – Kabupaten Gayo Lues kembali mencuri perhatian dalam ajang Aceh Culinary Festival (ACF) 2026. Mengusung tema “Kenuri Tangkuh Nuling” dan menampilkan kuliner khas Itik Encer melalui konsep Anyung Dapur, daerah berjuluk Negeri Seribu Bukit itu berhasil meraih Juara 1 dalam festival kuliner yang digelar di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Gayo Lues sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya, kuliner, dan kerajinan tradisional yang dimiliki daerah tersebut.

Melalui Dinas Pariwisata, Pemkab Gayo Lues menghadirkan konsep penampilan yang memadukan tradisi adat dengan sajian kuliner khas. Konsep itu mendapat perhatian dari dewan juri dan pengunjung karena mampu membawa suasana kehidupan tradisional masyarakat Gayo Lues ke tengah perhelatan pariwisata Aceh.

Tema “Kenuri Tangkuh Nuling” menjadi identitas utama penampilan Gayo Lues pada ACF 2026. Tradisi adat tersebut menggambarkan kebersamaan dan rasa syukur masyarakat dalam momentum panen padi.

Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi itu menjadi bagian penting dari konsep penyajian budaya Gayo Lues. Melalui penggabungan unsur adat, kuliner, dan kerajinan, pengunjung diajak mengenal lebih dekat kehidupan serta warisan tradisional masyarakat setempat.

Konsep tersebut tidak hanya memperlihatkan kekayaan budaya sebagai pertunjukan, tetapi juga menghubungkannya dengan sajian makanan yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Gayo Lues.

Paviliun Gayo Lues menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi selama festival berlangsung. Pengunjung tampak antusias menyaksikan penampilan budaya dan mencicipi berbagai kuliner tradisional yang disediakan.

Salah satu sajian yang paling menarik perhatian pengunjung adalah Itik Encer. Kuliner khas Gayo Lues ini dimasak langsung di depan paviliun melalui konsep “Anyung Dapur”.

Konsep tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung karena proses pengolahan makanan dapat disaksikan secara langsung. Cara memasak tradisional, aroma masakan, dan suasana dapur yang terbuka menjadi daya tarik tersendiri di tengah festival.

Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati hidangan, tetapi juga melihat bagaimana kuliner khas Gayo Lues dipersiapkan dan diperkenalkan sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.

Selain Itik Encer, paviliun Gayo Lues turut menyajikan sejumlah kuliner tradisional lainnya, seperti lepat, bahrum, due kali, kuah koro, gegaluh, dan pepire.

Beragam sajian tersebut memperlihatkan kekayaan cita rasa kuliner Gayo Lues sekaligus menjadi sarana memperkenalkan makanan tradisional kepada masyarakat dari berbagai daerah yang hadir dalam ACF 2026.

Raihan Juara 1 ACF 2026 merupakan hasil kolaborasi Dinas Pariwisata Kabupaten Gayo Lues, Dekranasda Kabupaten Gayo Lues, dan TP PKK Kabupaten Gayo Lues.

Ketiga unsur tersebut bersinergi mengemas kekayaan budaya, kuliner, dan kerajinan lokal dalam satu konsep penampilan yang memperkuat karakter Gayo Lues sebagai daerah tujuan wisata berbasis budaya dan kuliner.

Kolaborasi tersebut juga menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai unsur daerah dalam mempromosikan potensi lokal melalui kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dengan mengangkat tradisi Kenuri Tangkuh Nuling dan kuliner Itik Encer, Gayo Lues menghadirkan identitas daerah yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai budaya yang kuat.

Penghargaan Juara 1 ACF 2026 diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, kepada Ketua Dekranasda Kabupaten Gayo Lues, Ny. Rita Elviani Suhaidi, pada malam puncak kegiatan.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap penampilan Gayo Lues yang dinilai mampu menggabungkan unsur tradisi, kuliner, dan kerajinan dalam satu konsep yang menarik.

Bagi masyarakat Gayo Lues, capaian ini menjadi kebanggaan karena kekayaan budaya dan kuliner daerah berhasil mendapat pengakuan dalam salah satu ajang kuliner dan pariwisata di Aceh.

Ketua Dekranasda Kabupaten Gayo Lues, Ny. Rita Elviani Suhaidi, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas prestasi yang diraih dalam ACF 2026.

Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan hanya milik pemerintah daerah, tetapi juga seluruh masyarakat Gayo Lues yang selama ini menjaga tradisi dan kekayaan kuliner lokal.

“Kami bersyukur dan bangga. Juara 1 ini bukan hanya untuk pemerintah, tetapi untuk seluruh masyarakat Gayo Lues. Tema ‘Kenuri Tangkuh Nuling’ dan Anyung Dapur Itik Encer terbukti mampu memperkenalkan identitas kita kepada khalayak yang lebih luas,” ujar Ny. Rita Elviani Suhaidi kepada Serambinews.com melalui WhatsApp, Minggu (13/9/2026).

Menurutnya, pengenalan budaya dan kuliner melalui festival menjadi kesempatan penting untuk memperluas jangkauan promosi Gayo Lues. Tradisi yang diwariskan masyarakat dapat terus diperkenalkan kepada generasi muda maupun wisatawan.

Keberhasilan Gayo Lues dalam ACF 2026 diharapkan dapat memperkuat posisi daerah tersebut sebagai salah satu destinasi wisata berbasis budaya dan kuliner di Aceh.

Kekayaan tradisi Kenuri Tangkuh Nuling, dipadukan dengan kuliner khas seperti Itik Encer, memberikan peluang untuk mengembangkan pengalaman wisata yang lebih autentik. Pengunjung dapat mengenal makanan tradisional sekaligus memahami nilai budaya yang menyertainya.

Festival kuliner juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM, perajin, dan masyarakat yang terlibat dalam pelestarian kuliner tradisional. Semakin dikenal produk lokal, semakin terbuka peluang pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.

Dengan raihan Juara 1 ACF 2026, Gayo Lues menunjukkan bahwa kekayaan adat dan kuliner tradisional memiliki daya tarik kuat ketika dikemas secara kreatif dan kolaboratif.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus melestarikan tradisi, mengembangkan kuliner khas, serta memperkenalkan potensi wisata Gayo Lues kepada masyarakat luas.

Berita Terkait