Kepala Ikan keurapu goreng dengan sambal dan dimasak kuah menggunakan sayur daun pakis yang merupakan menu andalan di RM Hananan. Foto : Ist.
RM Hananan, Sajian Ikan Goreng dan Sambal yang Bikin Nagih di Jalur Nasional Aceh Selatan
Aceh Selatan | Perjalanan darat dari Banda Aceh menuju wilayah Barat Selatan Aceh memang panjang. Menempuh jarak sekitar 365 kilometer, para pelintas biasanya membutuhkan tempat singgah yang mampu mengusir lelah sekaligus mengisi tenaga. Di antara banyak pilihan, ada satu rumah makan sederhana yang namanya cukup akrab di telinga para sopir, pelancong, hingga masyarakat setempat, yakni Rumah Makan Hananan di Desa Pasie Lembang, Rantau Sialang, Kabupaten Aceh Selatan.
Lokasinya sangat mudah ditemukan. Rumah makan ini berada tepat di tepi Jalan Nasional Banda Aceh–Subulussalam, sekitar delapan kilometer dari Kota Fajar. Patokannya pun sederhana, berada di sebelah kiri jalan dan tak jauh dari penjual jus buah nipah yang sudah lebih dulu dikenal di kawasan Barat Selatan Aceh.
Dari luar, RM Hananan tampak seperti rumah makan sederhana pada umumnya. Namun siapa sangka, tempat ini menyimpan cita rasa yang membuat banyak orang rela berhenti setiap kali melintas.
Keunikan RM Hananan justru terletak pada kesederhanaannya. Menu yang ditawarkan hanya satu, yakni ikan goreng dengan sambal khas, disajikan bersama nasi putih hangat. Tidak ada daftar menu yang panjang, tidak ada pilihan lauk yang beragam. Namun justru kesederhanaan itulah yang menjadi kekuatannya.
Sepotong ikan goreng yang masih panas, berpadu dengan sambal yang pedas, gurih, dan kaya rasa, mampu membuat siapa pun sulit berhenti menyantapnya. Apalagi jika ditemani segelas jus buah nipah yang segar. Tak sedikit pelanggan yang akhirnya menambah satu porsi ikan lagi. Kalau meminjam istilah orang Minang, "tamboh ciek".
Saat berkunjung sekitar pukul 21.00 WIB, suasana rumah makan masih ramai. Aktivitas di dapur pun tak pernah berhenti. Baidhawi, salah seorang karyawan, menjelaskan bahwa RM Hananan telah beroperasi selama sekitar 11 tahun dan melayani pelanggan selama 24 jam penuh.
"Kami buka 24 jam, Bang. Karena ini jalan lintas, jadi selalu ada pelanggan. Karyawan bekerja bergantian sesuai shift," ujarnya sembari menggoreng ikan rambeu dan kakap segar hasil tangkapan nelayan dari perairan Bakongan dan Kota Fajar.
Menurutnya, banyak pelanggan berasal dari luar daerah yang sengaja mampir setiap kali melintasi jalur tersebut. Bahkan, untuk menghemat waktu, pelanggan dapat memesan lebih dahulu melalui telepon. Ini nomor handphone kami bang : 082361685340, ujarnya.
"Kalau sudah pesan dari jalan, nanti kami sesuaikan dengan posisi pelanggan. Jadi begitu sampai, ikannya baru matang dan masih panas saat disajikan," jelas Baidhawi.
Tak lama menunggu, pesanan pun tiba. Aroma ikan goreng yang baru diangkat dari penggorengan langsung menggugah selera. Gigitan pertama seolah menjawab rasa penasaran. Daging ikan terasa lembut dan segar, sementara sambalnya menghadirkan perpaduan rasa pedas yang pas dengan sentuhan gurih yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Tanpa kuah pun, hidangan ini sama sekali tidak terasa membosankan. Justru sambal khas RM Hananan menjadi bintang utama yang membuat nasi hangat cepat habis.
Kesegaran ikan juga menjadi nilai lebih. Berada tidak jauh dari kawasan pesisir, rumah makan ini mendapatkan pasokan ikan segar setiap hari sehingga kualitas rasa tetap terjaga.
Lebih dari sekadar tempat makan, RM Hananan telah menjadi bagian dari cerita perjalanan banyak orang. Bagi para sopir angkutan, rumah makan ini menjadi tempat beristirahat. Bagi wisatawan, RM Hananan adalah destinasi kuliner yang layak dicoba. Sementara bagi masyarakat sekitar, keberadaannya menjadi bukti bahwa usaha sederhana dengan menjaga kualitas rasa dapat bertahan lebih dari satu dekade.
Jika suatu hari melintasi jalur Banda Aceh–Subulussalam, cobalah menahan lapar sejenak hingga tiba di Pasie Lembang, Rantau Sialang. Singgahlah di RM Hananan dan nikmati seporsi ikan goreng dengan sambal khasnya.
Boleh jadi, setelah perjalanan usai, yang paling membekas bukan hanya pemandangan sepanjang jalan Barat Selatan Aceh, tetapi juga kenangan akan kelezatan sambal RM Hananan yang membuat siapa pun ingin kembali lagi.()