RSUD Meuraxa Edukasi Gizi Seimbang bagi Lansia, Tekankan Pentingnya Pola Makan Sehat Cegah Penyakit Kronis
Banda Aceh | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Banda Aceh terus meningkatkan upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), RSUD Meuraxa menggelar edukasi bertema "Gizi Seimbang pada Lansia" bagi pasien dan keluarga pasien di ruang tunggu rumah sakit, Senin (3/8/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para lanjut usia (lansia) dan anggota keluarganya, mengenai pentingnya memenuhi kebutuhan gizi secara seimbang untuk menjaga kualitas hidup dan mencegah berbagai penyakit yang kerap muncul pada usia lanjut.
Dokter Spesialis Gizi Klinik RSUD Meuraxa, dr. Mutia Winanda, M.Gizi, Sp.GK, menjelaskan bahwa kebutuhan nutrisi seseorang akan berubah seiring bertambahnya usia. Pada lansia, berbagai perubahan fisiologis seperti penurunan massa otot, berkurangnya nafsu makan, hingga menurunnya kemampuan tubuh menyerap zat gizi membuat asupan makanan harus lebih diperhatikan.
"Pemenuhan gizi seimbang sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh, mempertahankan kekuatan otot, meningkatkan kualitas hidup, sekaligus membantu mengendalikan berbagai penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, maupun gangguan metabolik lainnya," ujar dr. Mutia.
Dalam pemaparannya, ia mengingatkan bahwa banyak lansia mengalami penurunan asupan makanan karena berbagai faktor, mulai dari gangguan mengunyah, berkurangnya kemampuan mengecap rasa, hingga efek samping obat-obatan. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan kekurangan gizi apabila tidak diimbangi dengan pola makan yang tepat.
Karena itu, dr. Mutia menganjurkan lansia mengonsumsi makanan yang beragam dan bergizi seimbang dengan memperbanyak sayur dan buah sebagai sumber vitamin, mineral, serta serat. Asupan protein berkualitas, baik dari ikan, telur, daging tanpa lemak maupun kacang-kacangan, juga perlu ditingkatkan untuk membantu menjaga massa otot.
Selain itu, masyarakat diimbau membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih guna menurunkan risiko penyakit tidak menular. Kebutuhan cairan juga harus tetap dipenuhi meskipun lansia sering kali tidak lagi merasakan haus sebagaimana usia yang lebih muda.
"Sering kali lansia tidak merasa haus, padahal tubuh tetap membutuhkan cairan yang cukup. Dehidrasi dapat memicu berbagai gangguan kesehatan sehingga konsumsi air putih tetap harus diperhatikan setiap hari," jelasnya.
Suasana edukasi berlangsung interaktif. Para peserta yang terdiri atas pasien dan keluarga antusias mengikuti penyampaian materi serta memanfaatkan sesi tanya jawab untuk berkonsultasi mengenai pola makan, pengaturan menu harian, hingga pemilihan makanan yang sesuai dengan kondisi kesehatan lansia.
Berbagai pertanyaan seputar pengaturan diet bagi penderita diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, hingga cara meningkatkan nafsu makan lansia dijawab langsung oleh narasumber dengan bahasa yang mudah dipahami.
Melalui kegiatan ini, RSUD Meuraxa berharap masyarakat semakin memahami bahwa menjaga kesehatan lansia tidak hanya dilakukan melalui pengobatan, tetapi juga dimulai dari pola makan yang sehat dan gaya hidup yang baik.
Dr. Mutia berharap edukasi tersebut dapat menjadi bekal bagi lansia maupun keluarga dalam menerapkan pola makan bergizi seimbang di lingkungan rumah tangga.
"Dengan penerapan gizi seimbang, kami berharap para lansia dapat tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif di usia senja. Peran keluarga juga sangat penting dalam mendampingi dan memastikan kebutuhan gizi lansia terpenuhi setiap hari," tutupnya.
Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari komitmen RSUD Meuraxa Banda Aceh dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui program promosi kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan, sehingga masyarakat semakin sadar akan pentingnya upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup sejak dini.