ACEH X POSE
Ulama Al-Azhar Hadir di Banda Aceh, Illiza Ajak Semua Elemen Bersatu Perkuat Syariat Islam
Agama

Walikota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal. Foto : Ist.

Ulama Al-Azhar Hadir di Banda Aceh, Illiza Ajak Semua Elemen Bersatu Perkuat Syariat Islam

M
Maulana
3 menit baca

Banda Aceh, Acehxpose.com | Pemerintah Kota Banda Aceh memperkuat kolaborasi antara ulama dan pemerintah dalam upaya mengokohkan penerapan Syariat Islam di ibu kota Provinsi Aceh. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Silaturahmi Ulama dan Umara yang berlangsung di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Minggu (2/8/2026) malam.

Mengusung tema "Meneguhkan Tanggung Jawab Kolektif dalam Penguatan Syariat Islam Menuju Banda Aceh Kota Kolaborasi", forum tersebut menghadirkan ulama asal Mesir, Syeikh Dr. Hisyam Al-Kamil Hamid Musa, Imam dan Khatib Masjid Al-Zahir Baibars, Kairo, yang juga merupakan pengajar di Al-Azhar serta sejumlah majelis ilmu di Mesir.

Kegiatan ini dihadiri Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, unsur Forkopimda, pejabat Pemerintah Kota Banda Aceh, pimpinan dayah, para dai dan daiyah, muhtasib gampong, akademisi, serta ulama dari berbagai wilayah di Banda Aceh.

Walikota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal mengatakan penguatan Syariat Islam tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurutnya, keberhasilan penerapan nilai-nilai Islam membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

"Forum ini menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga Syariat Islam sebagai identitas Kota Banda Aceh. Penegakan syariat merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau ulama semata," ujar Illiza.

Ia menjelaskan, pertemuan tersebut juga menjadi wadah untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, termasuk pengaruh media sosial terhadap kehidupan keluarga dan generasi muda.

Menurut Illiza, amanah sebagai kepala daerah tidak mungkin dijalankan sendiri tanpa dukungan para ulama.

"Saya memohon dukungan para ulama agar kita dapat bersama-sama menjaga pelaksanaan Syariat Islam. Tantangan yang kita hadapi semakin kompleks, mulai dari pelanggaran syariat hingga derasnya arus informasi di media sosial. Karena itu, komitmen bersama harus terus diperkuat," katanya.

Ia menegaskan bahwa Syariat Islam tidak hanya mengatur persoalan ibadah, tetapi juga mencakup aspek kehidupan sosial, ekonomi, hingga hubungan antarmasyarakat.

Pada kesempatan itu, Illiza juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Syeikh Dr. Hisyam Al-Kamil Hamid Musa di Banda Aceh.

"Atas nama Pemerintah Kota dan masyarakat Banda Aceh, kami mengucapkan ahlan wa sahlan. Kehadiran beliau menjadi kehormatan sekaligus mempererat hubungan keilmuan antara Aceh dan Al-Azhar yang sejak lama menjadi rujukan pendidikan Islam," ujarnya.

Illiza berharap forum tersebut menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi dasar kebijakan dalam memperkuat pelaksanaan Syariat Islam di Kota Banda Aceh.

"Harapan kami, ketika ditanya siapa yang bertanggung jawab menjaga Syariat Islam di Banda Aceh, jawabannya adalah kita semua. Ini merupakan tanggung jawab kolektif seluruh komponen masyarakat," katanya.

Sementara itu, dalam tausiahnya, Syeikh Dr. Hisyam Al-Kamil Hamid Musa mengaku bersyukur dapat berkunjung ke Banda Aceh, daerah pertama yang ia datangi dalam lawatannya ke Asia.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW saat membangun peradaban di Madinah.

"Apabila ulama dan umara berjalan bersama, masyarakat akan hidup dalam ketenteraman dan kesejahteraan. Sebaliknya, jika keduanya tidak bersinergi, maka akan muncul berbagai persoalan di tengah masyarakat," ujar Syeikh.

Ia juga menegaskan bahwa salah satu tugas utama seorang pemimpin adalah menjaga agama agar ajaran Allah SWT dan sunnah Rasulullah SAW dapat dijalankan dengan baik. Menurutnya, hal itu harus didukung oleh sistem pendidikan yang kuat dan berkualitas.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama Syeikh Dr. Hisyam Al-Kamil Hamid Musa. Berbagai masukan dari peserta dirangkum sebagai bahan penyusunan rekomendasi untuk memperkuat implementasi Syariat Islam di Kota Banda Aceh.

Berita Terkait