Paddle Board Jadi Tren Wisata Baru Anak Muda di Paddle Board Jadi Tren Wisata Baru Anak Muda di Aceh, Pengunjung Didominasi Remaja Perempuan
ACEH BESAR – Aktivitas olahraga sekaligus wisata air menggunakan paddle board mulai diminati masyarakat di Aceh terutama bagi kalangan Gen Z. Kegiatan ini bahkan menjadi trend baru di kalangan anak muda di beberapa pantai, di Banda Aceh dan Aceh Besar.
“Kalau untuk hari ramainya memang di weekend,” kata Pengelola Senang Paddle Aceh, Gusti , Senin, 11 Mei 2026.
Dia mengatakan aktivitas paddle board rutin digelar setiap Sabtu dan Minggu dengan lokasi utama di Pantai Inong Balee. Sementara pada hari biasa, kegiatan dipindahkan ke Pantai Ulee Lheue maupun sekitar Pulau Tuan.
Ia menjelaskan, usaha paddle board tersebut terbuka untuk umum, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Pengunjung juga didampingi guide berpengalaman dan dilengkapi perlengkapan keselamatan selama bermain.
Menurut Gusti, usaha itu mulai dirintis sejak Januari 2026. Awalnya, ia yang berprofesi sebagai pemandu gunung mencari alternatif pekerjaan setelah sejumlah jalur pendakian di Aceh ditutup akibat bencana banjir.
“Karena gunung-gunung di Aceh waktu itu banyak yang tutup, jadi saya beralih ke paddle,” ujarnya.
Meski baru berjalan beberapa bulan, minat masyarakat yang ingin mencoba wisata ini cukup tinggi. Dalam sehari, terutama akhir pekan, jumlah pemesanan bisa mencapai delapan hingga sembilan paket.
"Alhamdulillah ramai. Karena memang kalau untuk khusus main ke Sabang, 'kan agak ribet lah. Belum lagi biaya-biaya lain 'kan, jadi kita buka di sini, alhamdulillah ramai," ucapnya.
Pengelola menyediakan beberapa pilihan paket harga untuk fasilitas wisata air tersebut. Paket single dibanderol Rp 500 ribu, sementara paket couple untuk dua orang dipatok sekitar Rp650 ribu hingga Rp850 ribu. Tersedia juga paket untuk tiga hingga empat orang.
“Di harga 500 ribu rupiah itu pengunjung sudah dapat pelampung, dokumentasi drone, dokumentasi hape, dan dipandu guide berpengalaman,” katanya.
Saat ini, pihaknya telah memiliki tujuh unit paddle board dan dalam waktu dekat akan menambah dua unit lagi sehingga total menjadi sembilan unit. Gusti mengaku kehadiran wisata paddle board di Aceh menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati olahraga air tanpa harus menyeberang ke Sabang.
Ia menambahkan, mayoritas pengunjung yang mencoba paddle board merupakan kalangan remaja perempuan, sementara pengunjung dewasa dan keluarga masih tergolong sedikit.