ACEH X POSE
Padi Gogo Dikembangkan di Sabang, Pemko Targetkan 40 Hektar untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Ekonomi & Bisnis

Padi Gogo Dikembangkan di Sabang, Pemko Targetkan 40 Hektar untuk Perkuat Ketahanan Pangan

M
Maulana
2 menit baca

Sabang, Acehxpose.com | Pemerintah Kota Sabang kembali mengembangkan tanaman padi gogo sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Pada 2026, pengembangan padi gogo ditargetkan mencapai sekitar 40 hektar yang tersebar di tiga kecamatan.

Penanaman perdana padi gogo tahun ini dilakukan di Jurong Cot Mancang, Gampong Cot Ba’u, Kecamatan Sukajaya, Rabu (26/8/2026). Penanaman secara simbolis dilakukan Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam di lahan milik warga, Maidi, dengan luas sekitar 5.000 meter persegi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Sabang AKBP Ahmad Faisal Pasaribu serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sabang.

Zulkifli mengatakan, pengembangan padi gogo menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan Sabang untuk meningkatkan produksi pangan di tengah keterbatasan lahan persawahan.

Menurut dia, lahan yang selama ini belum produktif perlu dioptimalkan untuk mendukung sektor pertanian. Selain padi gogo, lahan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan jagung dan berbagai komoditas pangan lainnya.

“Lahan kosong yang belum produktif dapat dikembangkan untuk berbagai komoditas pangan, termasuk padi gogo, jagung, maupun tanaman pangan lainnya,” kata Zulkifli.

Ia berharap pemanfaatan lahan tersebut tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Zulkifli juga mengajak petani tetap optimistis mengembangkan pertanian. Para petani diminta mengikuti pendampingan penyuluh, terutama terkait teknik budidaya dan waktu tanam agar produksi dapat diperoleh secara optimal.

Target 40 Hektar

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Widya, mengatakan Cot Mancang menjadi lokasi perdana penanaman padi gogo pada 2026.

Setelah penanaman perdana, pengembangan akan dilanjutkan secara bertahap di sejumlah lokasi lain, antara lain Jaboi, Batee Shoek, Paya, dan Balohan.

“Untuk tahun 2026, usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) pengembangan padi gogo mencapai sekitar 40 hektar,” ujar Widya.

Lahan tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Sukajaya, Sukakarya, dan Sukamakmue.

Untuk mendukung program tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang menyiapkan pendampingan melalui penyuluh pertanian di masing-masing wilayah. Petani juga mendapat dukungan sarana produksi, seperti pupuk dan obat-obatan pertanian berupa insektisida, fungisida, serta herbisida.

Sementara kebutuhan benih padi dalam program ini mendapat dukungan melalui bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Rangkaian penanaman padi gogo di Sabang ditargetkan berlangsung mulai Agustus hingga Oktober 2026.

Pemerintah Kota Sabang berharap pengembangan padi gogo dapat menjadi bagian dari strategi optimalisasi lahan sekaligus memperkuat sumber produksi pangan daerah. Program tersebut juga diharapkan membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Berita Terkait