Foto : Dok. Instagram/ @munawar_ftmh011
Wisata Bukit Lamreh Dibuka Kembali, Ini Tarif dan Jam Operasionalnya
ACEH BESAR – Destinasi wisata Bukit Lamreh di Gampong Lamreh, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, kembali dibuka untuk umum setelah sempat ditutup sejak akhir Juni 2026. Pembukaan kembali kawasan wisata yang terkenal dengan panorama laut dan perbukitannya itu dilakukan setelah pemerintah bersama masyarakat menyepakati pembenahan sistem pengelolaan dan pengamanan kawasan.
Pembukaan kembali Bukit Lamreh ditandai dengan pemotongan pita oleh Asisten III Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Besar Bidang Administrasi, Abdullah, pada Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pemerintah gampong, mukim, tokoh masyarakat serta pihak terkait.
Sebelumnya, Bukit Lamreh ditutup sementara menyusul adanya kasus pungutan liar (pungli) dan pemerasan terhadap pengunjung. Penutupan dilakukan sebagai langkah pemerintah untuk memastikan keamanan wisatawan sekaligus membenahi tata kelola kawasan yang saat itu belum berjalan secara resmi dan tertib.
Abdullah mengatakan, pembukaan kembali Bukit Lamreh merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah, masyarakat, pemerintah gampong, mukim dan pihak kecamatan. Salah satu poin utama dalam kesepakatan tersebut adalah memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi setiap wisatawan yang berkunjung.
“Setelah ditutup sejak akhir Juni karena adanya kasus pungli dan pemerasan terhadap pengunjung, hari ini Bukit Lamreh kita buka kembali secara resmi dan legal,” kata Abdullah.
Menurut Abdullah, sejak awal kawasan Bukit Lamreh sebenarnya belum ditetapkan sebagai destinasi wisata resmi. Namun, keindahan alam yang dimiliki kawasan tersebut membuat masyarakat dari berbagai daerah terus berdatangan.
Panorama laut yang luas, perbukitan hijau dan bentang alam pesisir menjadi daya tarik utama Bukit Lamreh. Tingginya minat masyarakat untuk berkunjung membuat pemerintah perlu memastikan aktivitas wisata berlangsung dengan sistem pengelolaan yang jelas.
“Memang sejak awal tempat ini belum ditetapkan sebagai destinasi wisata resmi. Tetapi karena keindahan alamnya, masyarakat banyak datang berkunjung. Karena itu, kita perlu memastikan pengelolaannya berjalan dengan baik dan memberikan rasa aman kepada setiap pengunjung,” ujarnya.
Pengelolaan Diperbaiki
Pembukaan kembali Bukit Lamreh menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola destinasi wisata tersebut. Pemerintah berharap keterlibatan masyarakat setempat dapat diperkuat sehingga pengelolaan kawasan tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Perwakilan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Aceh Besar, Safrizal, mengatakan Bukit Lamreh memiliki potensi wisata alam yang besar. Karena itu, pengelolaan kawasan perlu dilakukan secara tertib dengan tetap mengutamakan keamanan dan kenyamanan wisatawan.
Ia juga berharap masyarakat turut menjaga kebersihan, ketertiban dan keamanan kawasan sehingga citra Bukit Lamreh sebagai salah satu tujuan wisata Aceh Besar dapat semakin baik.
“Kita berharap dengan dibukanya kembali Bukit Lamreh ini, masyarakat dapat ikut menjaga kawasan wisata, sehingga semakin banyak wisatawan yang datang dan pada akhirnya memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar,” kata Safrizal.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sebelumnya juga telah menekankan pentingnya pengawasan dan koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah gampong dan masyarakat. Hal tersebut diperlukan agar persoalan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan wisatawan tidak kembali terjadi.
Tiket Masuk Rp5.000
Seiring dibukanya kembali kawasan tersebut, pengelola juga menetapkan sejumlah ketentuan bagi pengunjung. Berdasarkan informasi pada tiket masuk, wisatawan dikenakan tarif sebesar Rp5.000 per orang. Tarif tersebut tercantum dengan merujuk pada Qanun Kabupaten Aceh Besar Nomor 3 Tahun 2023.
Untuk jam operasional, Bukit Lamreh dibuka mulai pukul 07.00 WIB hingga 18.00 WIB. Khusus hari Jumat, terdapat pengaturan waktu operasional yang menyesuaikan pelaksanaan salat Jumat.
Pengunjung juga diharapkan menaati seluruh ketentuan yang berlaku selama berada di kawasan wisata, menjaga kebersihan, tidak merusak lingkungan serta menjaga barang bawaan masing-masing.
Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
Dengan dibukanya kembali Bukit Lamreh, pemerintah berharap aktivitas pariwisata di kawasan tersebut kembali bergeliat. Selain menjadi tempat rekreasi, keberadaan destinasi wisata ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui usaha kuliner, jasa, perdagangan dan berbagai aktivitas pendukung pariwisata lainnya.
Pembukaan kembali Bukit Lamreh juga menjadi kesempatan untuk membangun kepercayaan wisatawan setelah sebelumnya kawasan tersebut sempat menjadi sorotan akibat persoalan pungli dan pemerasan.
Ke depan, keberhasilan pengelolaan Bukit Lamreh tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dan seluruh pihak yang berada di sekitar kawasan.
Dengan pengelolaan yang lebih tertib, transparan dan aman, Bukit Lamreh diharapkan kembali menjadi salah satu pilihan wisata alam favorit di Aceh Besar sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat setempat.