Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Rian Syaf foto bersama dengan para peserta pelatihan Ekraf di Hotel The Pade, Aceh Besar, Senin, 10/08/2026. Foto : Ist.
100 Konten Kreator Aceh Ditempa Jadi Talenta Digital, Kemenekraf RI Dorong Karya Bernilai Ekonomi
Banda Aceh, Acehxpose.com | Sebanyak 100 konten kreator Aceh mendapat kesempatan meningkatkan kemampuan teknis, literasi digital, hingga strategi mengembangkan karya menjadi sumber pendapatan melalui Pelatihan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Ekonomi Kreatif.
Kegiatan yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI bersama Folago Academy tersebut berlangsung di Hotel The Pade, Aceh Besar, Senin (10/8/2026).
Pelatihan ini diikuti kreator muda, pegiat media sosial, serta pelaku subsektor kreatif visual. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai produksi konten, tetapi juga dibekali pengetahuan yang dapat membantu mereka membangun personal branding, mengembangkan ide kreatif, hingga memonetisasi konten.
Dengan materi berbasis praktik, pelatihan tersebut diharapkan membuat para kreator daerah lebih siap menghadapi perubahan industri digital yang semakin cepat. Kreator tidak hanya dituntut mampu menghasilkan konten menarik, tetapi juga memahami bagaimana karya tersebut dapat memiliki nilai ekonomi dan membangun audiens secara berkelanjutan.
Mewakili Kemenekraf RI, Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Rian Firmansyah, mengatakan Aceh memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif yang masih dapat dikembangkan lebih jauh.
Menurutnya, potensi tersebut terdapat pada berbagai subsektor, termasuk kuliner, kriya, musik dan konten digital.
“Para kreator lokal didorong untuk tidak sekadar memproduksi karya visual, tetapi juga membangun ekosistem bisnis digital yang berkelanjutan,” ujar Rian.
Rian menjelaskan, kemampuan menghasilkan konten merupakan salah satu modal penting dalam industri kreatif. Namun, kreator juga perlu memahami aspek bisnis agar karya yang dihasilkan dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi.
Karena itu, peningkatan kapasitas atau upskilling perlu dilakukan secara berkala agar para kreator Aceh mampu mengikuti perkembangan teknologi, tren platform digital, serta kebutuhan industri.
“Kunci utama keberhasilan ekonomi kreatif terletak pada kualitas SDM. Peningkatan kapasitas (upskilling) secara berkala menjadi keharusan agar para pemuda dan kreator di Aceh mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” katanya.
Selain meningkatkan keterampilan, Kemenekraf juga berupaya menjembatani pelaku ekonomi kreatif daerah dengan berbagai pemangku kepentingan.
Hal itu mencakup peluang akses pembiayaan, perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI), serta fasilitasi pelatihan dan pengembangan kapasitas secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun sektor swasta.
Artinya, pelatihan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan membuat konten. Para peserta juga diarahkan agar memahami ekosistem yang dibutuhkan untuk mengembangkan karya menjadi usaha kreatif yang memiliki daya saing.
Peserta Belajar Personal Branding hingga Monetisasi
Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekraf Kemenekraf, R Adi M Rivai, mengatakan pelatihan dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis dan literasi digital para konten kreator serta pelaku ekonomi kreatif di Aceh.
Peserta mendapatkan materi mengenai strategi personal branding, ideasi konten hingga monetisasi konten.
Menurut Adi, kemampuan tersebut penting agar kreator tidak hanya memiliki kemampuan produksi, tetapi juga mampu membangun identitas, menjangkau audiens yang tepat dan mengoptimalkan peluang ekonomi dari konten yang mereka hasilkan.
“Kegiatan ini tentunya untuk mendorong lahirnya ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing dan berkelanjutan di Provinsi Aceh,” ujarnya.
Dengan pengetahuan tersebut, para kreator diharapkan dapat lebih percaya diri mengembangkan kanal digital masing-masing, memperluas jaringan, membangun komunitas, serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
Kreator Daerah Didorong Jadi Creativentrepreneur
Head of Folago Academy, Fajrin, menyambut positif kolaborasi dengan Kemenekraf dalam meningkatkan kualitas talenta kreatif di Aceh.
Menurutnya, kreator daerah memiliki potensi yang tidak kalah dengan kreator dari daerah lain. Tantangannya adalah memastikan mereka mendapatkan akses terhadap pelatihan, pendampingan dan ekosistem yang tepat.
“Sinergi bersama Kemenekraf ini menjadi langkah nyata Folago Academy untuk menginkubasi para kreator Aceh agar tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki pola pikir kewirausahaan (creativentrepreneur),” kata Fajrin.
Ia menilai pola pikir kewirausahaan penting karena kreator tidak cukup hanya menghasilkan karya. Mereka juga perlu mampu melihat peluang, membangun merek pribadi, mengelola audiens dan menjadikan kreativitas sebagai bagian dari aktivitas ekonomi.
Belajar dari Praktisi Industri
Untuk memperkaya pengalaman peserta, pelatihan menghadirkan sejumlah praktisi yang telah berkecimpung di industri kreatif digital.
Para narasumber tersebut yakni Voiceover Talent Bimo Oky, Senior Creator Manager TikTok Vidza Yumna, Curriculum Creator Manager TikTok Inda Hudiria, serta Folago Top Creator Andryadi.
Kehadiran praktisi memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan perspektif langsung mengenai perkembangan industri konten, pengelolaan kreator, produksi konten dan peluang pengembangan karier di dunia digital.
Pelatihan ini juga diharapkan membuka ruang bagi para kreator Aceh untuk membangun jaringan dan berkolaborasi setelah kegiatan berakhir.
Dengan jumlah peserta mencapai 100 orang, kegiatan tersebut berpotensi menjadi salah satu langkah awal membentuk jaringan kreator yang lebih kuat di Aceh.
Dari Kreativitas Menjadi Peluang Ekonomi
Kemenekraf dan Folago Academy berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pelatihan satu hari. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan diterapkan dalam produksi konten, pengembangan personal branding, peningkatan kualitas karya dan penciptaan peluang ekonomi baru.
Ekosistem kreatif yang semakin kuat juga diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas bagi daerah. Kreator dapat menjadi penggerak promosi potensi Aceh melalui konten digital, mulai dari budaya, pariwisata, kuliner, produk kerajinan hingga berbagai karya kreatif lokal.
Dengan demikian, semakin banyak kreator yang mampu mengubah kreativitas menjadi aktivitas ekonomi, semakin besar pula peluang ekonomi kreatif Aceh untuk tumbuh dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Kami percaya talenta dari daerah memiliki daya saing yang sama kuatnya jika diberikan wadah dan pendampingan yang tepat,” ujar Fajrin.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh Teuku Robi Irza, Tenaga Ahli Menteri Bidang Kewilayahan dan Protokol Panji Purbaya, serta sejumlah tamu undangan lainnya.