ACEH X POSE
Bank Indonesia Mulai WUBI 2026, Illiza: UMKM Aceh Harus Terus Belajar dan Naik Kelas
Ekonomi & Bisnis

Walikota Banda Aceh IIIiza Sa'aduddin Djamal memegang Kemasan Kopi Liberika Tangse, Aceh sebagai salah satu produk unggulan UMKM Aceh. Senin 20 Juli 2026. Foto : Ist.

Bank Indonesia Mulai WUBI 2026, Illiza: UMKM Aceh Harus Terus Belajar dan Naik Kelas

M
Maulana
2 menit baca

Bank Indonesia Mulai WUBI 2026, Illiza: UMKM Aceh Harus Terus Belajar dan Naik Kelas

Banda Aceh | Bank Indonesia mengawali pelaksanaan Program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) 2026 melalui kegiatan Kick Off Capacity Building Onboarding UMKM Aceh Digdaya 2026 di The Pade Hotel, Banda Aceh, Senin (20/7/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas, memiliki daya saing, serta mampu menembus pasar yang lebih luas.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, mengatakan pengembangan UMKM harus dibangun melalui semangat belajar, kemampuan beradaptasi, dan komitmen menjaga kualitas produk di tengah persaingan yang semakin kompetitif.

"Bertumbuh bukan hanya tentang memperbesar usaha, tetapi juga tentang kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, dan menjaga kualitas. Itulah semangat yang ingin terus kita tumbuhkan bagi UMKM di Banda Aceh," kata Illiza.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ekosistem UMKM di daerah. Karena itu, ia mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia melalui Program WUBI yang selama ini memberikan pembinaan dan pendampingan kepada para pelaku usaha.

"Terima kasih kepada Bank Indonesia atas kolaborasi yang terus terjalin melalui Program Wirausaha Unggulan. Insya Allah, kita akan terus menghadirkan ruang, pendampingan, dan peluang agar UMKM kita semakin kuat, berdaya saing, dan naik kelas," ujarnya.

Illiza menilai Aceh memiliki banyak produk unggulan yang berpotensi bersaing di pasar nasional hingga internasional. Sejumlah produk khas seperti Kopi Liberika Tangse, Sie Reuboh, serundeng, rendang, capli, sambal asam udang, Socolatte, hingga berbagai produk olahan pangan lainnya merupakan kekayaan daerah yang perlu terus dikembangkan.

Ia berharap melalui Program WUBI 2026, semakin banyak UMKM Aceh yang mampu meningkatkan kualitas produk, memperkuat tata kelola usaha, memanfaatkan digitalisasi, serta memperluas akses pemasaran sehingga mampu menjadi usaha yang tangguh dan berdaya saing.

Kegiatan Kick Off Capacity Building Onboarding UMKM Aceh Digdaya 2026 menjadi awal rangkaian pembinaan yang akan diikuti para pelaku UMKM terpilih. Melalui program tersebut, peserta akan memperoleh penguatan kapasitas usaha, pendampingan bisnis, serta akses pengembangan jaringan sebagai bekal untuk mempercepat pertumbuhan usaha dan mendorong UMKM Aceh naik kelas.

Berita Terkait