Cut Siti Fatimah Dhuha dan Gita Melisa Ica. Foto : Ist.
Bikin Bangga! Siswi SD Asal Banda Aceh Ini Memukau Juri Lewat Storytelling Pulau Rubiah
Banda Aceh, Acehxpose.com | Penampilan Cut Siti Fatimah Dhuha (11), siswi kelas VI SD Negeri 50 Banda Aceh, sukses mencuri perhatian dalam Festival Ranup Aceh 2026 yang digelar di Taman Budaya Banda Aceh pada Juli lalu.
Bocah yang berdomisili di Gampong Lhong Raya, Banda Aceh, dan menyandang gelar Inong Cilik Aceh 2026 itu tampil percaya diri membawakan materi storytelling tentang Pulau Rubiah, Sabang. Dengan artikulasi yang jelas, penguasaan materi yang baik, serta kemampuan public speaking yang matang untuk seusianya, Cut Dhuha berhasil memukau para pengunjung dan dewan juri.
Dalam penampilannya, Cut Dhuha mengajak audiens mengenal Pulau Rubiah sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di ujung barat Indonesia yang memiliki kekayaan sejarah dan pesona alam bawah laut.
"Hari ini, saya ingin mengajak Anda mengenal sebuah pulau kecil di ujung barat Indonesia yang menyimpan dua kekayaan istimewa, yaitu sejarah yang berharga dan keindahan bawah laut yang memukau," tuturnya membuka presentasi.
Ia kemudian menjelaskan bahwa Pulau Rubiah, yang kini dikenal sebagai surga snorkeling, dulunya merupakan tempat karantina jemaah haji pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Menurutnya, transformasi Pulau Rubiah menjadi destinasi wisata bahari merupakan bukti bahwa warisan sejarah dan kekayaan alam dapat berjalan berdampingan.
"Cukup dengan snorkeling, kita dapat berenang bersama ikan-ikan berwarna-warni di antara terumbu karang yang mempesona. Dari pulau karantina, kini Rubiah menjelma menjadi salah satu destinasi wisata bahari unggulan Indonesia. One island, two stories. That's the magic of Pulau Rubiah," ujar Cut Dhuha.
Di akhir penampilannya, ia mengajak masyarakat menjaga kelestarian Pulau Rubiah agar sejarah dan keindahan alam bawah lautnya tetap terjaga untuk generasi mendatang. Ajakan tersebut juga disampaikan dalam bahasa Aceh.
"Jak sama-sama ta jaga Pulau Rubiah bah keuh dua warisannya tetap udep keu aneuk cucoe di masa ukeu," ucapnya.
Juri Agam Inong Cilik Aceh 2026, Gita Melisa, S.H., M.Kn., M.H., menilai penampilan Cut Dhuha tidak hanya menunjukkan kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga mencerminkan kuatnya literasi dan kecintaan terhadap sejarah Aceh.
Di samping kecerdasan wawasannya, Cut Dhuha juga memikat hati dewan juri lewat etika, kepribadian yang santun, serta pembawaan yang penuh hormat. Sikap anggun dan kesopanannya di atas panggung merepresentasikan esensi sejati dari seorang Inong Aceh yang berkarakter luhur. Penilaian tersebut menjadi nilai tambah yang semakin menguatkan kesan positif atas penampilannya di hadapan dewan juri maupun para pengunjung Festival Ranup Aceh 2026.
"Ini merupakan pesan yang sangat inspiratif dari seorang anak kelas VI SD. Seharusnya ini menjadi penyemangat bagi kita semua, terutama para orang tua, untuk mengajak anak-anak memperkuat budaya literasi," kata Gita.
Mantan Duta Wisata Aceh 2009 sekaligus Agam Inong Kota Sabang itu mengatakan Aceh memiliki banyak sejarah dan kekayaan budaya yang perlu diwariskan kepada generasi muda.
"Cut Dhuha sudah menunjukkan yang terbaik. Kita bangga dengan prestasinya. Harapan kami, semakin banyak anak-anak Aceh yang mengikuti jejaknya sehingga cita-cita melahirkan generasi Aceh yang cerdas, unggul, dan mencintai daerahnya dapat terwujud," tutup notaris Kota Banda Aceh tersebut.[]