ACEH X POSE
Hadiri Gema Muharram di Dayah Tauthiatud Thullab, Kadis Dayah Aceh Motivasi Santri
Agama

Hadiri Gema Muharram di Dayah Tauthiatud Thullab, Kadis Dayah Aceh Motivasi Santri

M
Maulana
2 menit baca

Bireuen | Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, menghadiri kegiatan Gema Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Dayah Tauthiatud Thullab, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan santri serta masyarakat sekitar.

Acara yang dipimpin oleh ulama kharismatik Aceh, Abon Arongan, menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, persaudaraan, dan semangat menuntut ilmu di kalangan generasi muda.

Dalam sambutannya, Muhsin memberikan motivasi kepada para santri agar senantiasa menjaga ukhuwah dan saling menghormati selama menempuh pendidikan di dayah. Ia menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang nyaman dan kondusif bagi seluruh santri untuk berkembang.

“Kalian semua berada di sini untuk menuntut ilmu. Karena itu, bangunlah kebersamaan, saling menghargai, dan hindari perilaku membully ataupun merendahkan sesama teman. Persaudaraan adalah modal penting dalam proses belajar dan meraih keberkahan ilmu,” ujar Muhsin.

Selain itu, ia juga mendorong para santri untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan terus meningkatkan kualitas diri. Menurutnya, santri memiliki potensi besar untuk menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi agama, masyarakat, dan bangsa.

“Tunjukkan bahwa santri memiliki kualitas, wawasan, dan kemampuan untuk tampil di depan. Belajarlah dengan tekun, karena masa depan umat membutuhkan kader-kader yang berilmu, berakhlak, dan mampu menjawab tantangan zaman,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Muhsin turut memohon dukungan, doa, serta masukan dari para ulama, khususnya kepada Abon Arongan, dalam menjalankan amanah memimpin Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Ia menilai sinergi antara pemerintah dan ulama sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dayah di Aceh.

“Kami sangat mengharapkan doa restu, kritik, dan saran dari para ulama agar program-program pendidikan dayah dapat berjalan dengan baik. Pendidikan dayah tidak hanya bertujuan mencetak orang-orang yang pintar, tetapi juga melahirkan kader ulama yang cerdas, beradab, dan memiliki komitmen kuat dalam menjaga nilai-nilai Islam,” katanya.

Kegiatan Gema Muharram 1448 Hijriah tersebut berlangsung penuh kehangatan dan menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah, ulama, dan para santri. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat menuntut ilmu serta nilai-nilai persaudaraan semakin kuat tertanam dalam diri para santri sebagai generasi penerus bangsa dan agama.

Berita Terkait