ACEH X POSE
Wakil Walikota Afdhal Buka Pendidikan Kader Ulama, Tegaskan Nilai Keislaman Fondasi Pembangunan
Agama

Wakil Walikota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah. Foto : Ist.

Wakil Walikota Afdhal Buka Pendidikan Kader Ulama, Tegaskan Nilai Keislaman Fondasi Pembangunan

M
Maulana
2 menit baca

Banda Aceh | Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, membuka Pendidikan Kader Ulama Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh Tahun 2026 di Diana Convention Hall, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "Membangun Kader Ulama Ahlussunnah Wal Jama'ah di Era Digitalisasi" itu menjadi bagian dari upaya menyiapkan kader ulama yang diharapkan mampu melanjutkan estafet keilmuan dan penguatan nilai-nilai keislaman di Kota Banda Aceh.

Dalam sambutannya, Afdhal mengatakan pembangunan Kota Banda Aceh tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, investasi, dan pertumbuhan ekonomi. Menurut dia, pembangunan sumber daya manusia serta penguatan nilai-nilai agama dan keislaman harus menjadi fondasi utama.

"Ketika berbicara tentang masa depan Kota Banda Aceh, bukan hanya soal infrastruktur, investasi, atau pertumbuhan ekonomi. Yang jauh lebih penting adalah membangun sumber daya manusia serta menjaga nilai-nilai agama dan keislaman sebagai pondasi utama pembangunan," kata Afdhal.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen menghadirkan pembangunan yang seimbang antara kemajuan fisik dan penguatan nilai-nilai spiritual. Sebagai daerah yang memiliki kekhususan, Banda Aceh, kata dia, harus tetap menjaga identitasnya melalui penguatan syariat Islam dan nilai-nilai keagamaan.

"Komitmen kami adalah membawa Banda Aceh menjadi kota yang semakin maju tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam. Karena itu, estafet keilmuan dan nilai-nilai keislaman tidak boleh terputus. Kita harus menyiapkan generasi penerus yang mampu menjaga kemurnian akidah Ahlussunnah wal Jamaah dan melanjutkan pembangunan kota di masa depan," ujarnya.

Ketua MPU Kota Banda Aceh, Tgk. Syibral Malasyi, mengatakan pendidikan kader ulama tersebut merupakan salah satu program yang dijalankan sesuai amanat Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) Tahun 2006.

Menurut Syibral, secara filosofis program itu berpedoman pada Al-Qur'an Surat Ali Imran ayat 104 yang mengandung pesan untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan insan-insan yang terdidik dan terlatih sehingga dapat melanjutkan estafet kepemimpinan dan peran MPU pada masa mendatang.

Sementara itu, Ketua Sekretariat MPU Kota Banda Aceh, Alizar, mengatakan pendidikan kader ulama berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Juli 2026.

Sebanyak 40 peserta yang terdiri atas guru dayah dan alumni dayah di wilayah Kota Banda Aceh mengikuti kegiatan tersebut.

Alizar menjelaskan, kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran dengan menghadirkan narasumber dari kalangan ulama, cendekiawan, dan intelektual muslim sesuai bidang keahlian masing-masing. Pada hari terakhir, peserta dijadwalkan mengikuti orientasi lapangan di Dayah Darul Abrar, Calang, Kabupaten Aceh Jaya.()

Berita Terkait