Menjelajahi Masjid Agung Babussalam Sabang, Destinasi Wisata Religi Sarat Sejarah di Pulau Weh
Sabang | Berkunjung ke Sabang tidak hanya identik dengan menikmati pantai, bawah laut, dan panorama Pulau Weh. Kota paling barat Indonesia ini juga memiliki destinasi wisata religi yang menyimpan nilai sejarah dan budaya, yaitu Masjid Agung Babussalam yang berada di Gampong Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya.
Sebagai masjid terbesar di Kota Sabang, Masjid Agung Babussalam menjadi salah satu ikon kota yang mudah dikenali. Kubah besarnya yang menjulang serta menara yang terlihat dari berbagai sudut kawasan menjadikan masjid ini sebagai landmark sekaligus tujuan wisata bagi pengunjung yang ingin mengenal sisi religius dan sejarah Sabang.
Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1965 dan diresmikan pada 1971. Pembangunannya merupakan hasil gotong royong masyarakat bersama pemerintah daerah sebagai respons terhadap kebutuhan akan masjid yang lebih besar setelah Sabang berstatus sebagai Kota Praja.
Sebelumnya, pusat kegiatan keagamaan masyarakat berada di Masjid Baiturrahim atau yang dikenal sebagai Masjid Kampung Haji yang telah berdiri sejak dekade 1920-an. Seiring perkembangan kota, diperlukan tempat ibadah yang mampu menampung lebih banyak jamaah sekaligus menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat.
Dari sisi arsitektur, Masjid Agung Babussalam memadukan unsur khas Aceh dengan sentuhan desain modern. Perpaduan tersebut terlihat pada bentuk kubah, menara, hingga ornamen tradisional yang menghiasi bangunan.
Bagian dalam masjid juga menghadirkan suasana yang tenang dengan kaligrafi Al-Qur'an yang menghiasi dinding dan langit-langit. Berbagai motif khas Aceh, seperti ukiran kayu dan ornamen bungong seulanga, memperkuat karakter budaya lokal yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga menjadi pusat berbagai kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Pengajian rutin, pendidikan agama, peringatan hari besar Islam, hingga kegiatan sosial selama Ramadan dan Idulfitri secara rutin dilaksanakan di kawasan masjid.
Bagi wisatawan, Masjid Agung Babussalam menawarkan pengalaman yang berbeda. Selain beribadah, pengunjung dapat menikmati keindahan arsitektur, mempelajari sejarah perkembangan Kota Sabang, serta merasakan suasana religius yang tenang di tengah aktivitas kota.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada pagi atau sore hari ketika cuaca lebih sejuk dan cahaya matahari mempercantik tampilan kubah serta menara masjid. Banyak wisatawan memanfaatkan momen tersebut untuk mengabadikan bangunan masjid sebagai bagian dari dokumentasi perjalanan mereka di Sabang.
Selama lebih dari lima dekade berdiri, Masjid Agung Babussalam telah beberapa kali mengalami renovasi. Pembaruan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan jamaah melalui penguatan struktur bangunan, penataan area wudu, perbaikan interior, peningkatan pencahayaan, hingga penataan halaman dan area parkir. Seluruh renovasi tetap mempertahankan karakter asli bangunan sehingga nilai sejarahnya tetap terjaga.
Keberadaan Masjid Agung Babussalam memperlihatkan bagaimana Sabang mampu menjaga warisan budaya dan nilai-nilai religius di tengah perkembangan kota. Bangunan ini menjadi simbol kebersamaan masyarakat sekaligus bukti kuat semangat gotong royong yang telah diwariskan sejak awal pembangunannya.
Bagi wisatawan yang ingin mengenal Sabang lebih dekat, mengunjungi Masjid Agung Babussalam dapat menjadi pelengkap perjalanan selain menikmati wisata bahari. Destinasi ini menghadirkan perpaduan antara sejarah, budaya, arsitektur, dan nilai spiritual yang menjadikannya salah satu tempat yang layak masuk dalam daftar kunjungan saat berada di Pulau Weh.