ACEH X POSE
Muhsin: Dayah, Pemerintah, dan Ormas Harus Bersinergi Hadapi Tantangan Zaman
Agama

Muhsin: Dayah, Pemerintah, dan Ormas Harus Bersinergi Hadapi Tantangan Zaman

Z
Zia W
2 menit baca

Banda Aceh | Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan pentingnya sinergi antara dayah, pemerintah, dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dalam menghadapi berbagai tantangan umat di era modern. Hal tersebut disampaikannya saat mengisi pengajian bulanan yang diselenggarakan Pengurus Wilayah (PW) Al-Washliyah Aceh, Rabu (10/6/2026).

Dalam tausiyahnya, Muhsin menyampaikan bahwa dinamika perkembangan zaman yang semakin kompleks menuntut kolaborasi yang kuat di antara seluruh elemen umat. Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu lembaga atau kelompok secara sendiri-sendiri.

“Dayah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan moral masyarakat. Pemerintah berfungsi sebagai regulator sekaligus fasilitator, sedangkan ormas menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai elemen masyarakat. Karena itu, sinergi ketiganya merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar,” ujar Muhsin.

Pria yang berlatar belakang pendidik tersebut menjelaskan, kolaborasi dapat diwujudkan melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama dalam penguatan pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda agar mampu menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin terbuka.

Selain itu, ia menilai sinergi juga diperlukan dalam pembinaan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam, sehingga pembangunan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada aspek material, tetapi juga memperhatikan dimensi spiritual dan moral.

Menurut Muhsin, kerja sama antara dayah, pemerintah, dan ormas dapat diarahkan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat serta meningkatkan kemandirian dayah. Langkah tersebut dinilai penting dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.

Putra Aceh Utara itu juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, serta berbagai bentuk penyimpangan sosial lainnya. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan terhadap persoalan tersebut memerlukan keterlibatan seluruh pihak secara terpadu dan berkelanjutan.

“Pembinaan moral dan penguatan nilai-nilai keislaman harus menjadi gerakan bersama. Dayah, pemerintah, dan ormas memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan bangsa,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Muhsin juga mengajak seluruh elemen umat untuk terus memperkuat moderasi beragama, menjaga persatuan, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah keberagaman masyarakat Aceh.

Pengajian bulanan PW Al-Washliyah Aceh itu dihadiri oleh jajaran pengurus organisasi, tokoh agama, serta masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang diskusi untuk memperkuat peran lembaga keagamaan dalam mendukung pembangunan masyarakat yang berkarakter, berdaya saing, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam. []

Berita Terkait