ACEH X POSE
Pemko Banda Aceh Buka Investasi Eks Terminal Keudah, Target Jadi Pusat Bisnis dan Transportasi Modern
Ekonomi & Bisnis

Foto : Diskominfo Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Buka Investasi Eks Terminal Keudah, Target Jadi Pusat Bisnis dan Transportasi Modern

D
D I M
2 menit baca

BANDA ACEH – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh mulai membuka peluang investasi untuk pengembangan kawasan eks Terminal Keudah menjadi Central Business District (CBD) atau kawasan pusat bisnis terpadu. Lahan strategis seluas sekitar 11.700 meter persegi itu diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mengintegrasikan fungsi transportasi, perdagangan, dan perhotelan dalam satu kawasan modern.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, mengatakan lokasi eks Terminal Keudah memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di pusat kota, dekat dengan Masjid Raya Baiturrahman, kawasan perdagangan Peunayong, serta menghadap Krueng Aceh. Potensi tersebut dinilai mampu menarik minat investor untuk menghadirkan kawasan bisnis yang menjadi ikon baru Kota Banda Aceh.

Menurut Illiza, pemerintah tidak hanya menawarkan lahan kepada investor, tetapi juga telah menyiapkan konsep pembangunan yang harus menjadi acuan dalam pengembangan kawasan tersebut.

"Kami ingin kawasan ini dibangun sesuai konsep yang telah disiapkan pemerintah. Beberapa investor sudah menunjukkan minat, namun hingga kini belum tercapai kesepakatan karena konsep pembangunan harus dipenuhi," ujarnya saat meninjau proses penataan lahan eks Terminal Keudah.

Dalam konsep yang disiapkan Pemko Banda Aceh, kawasan tersebut dirancang menjadi bangunan multifungsi sedikitnya tujuh lantai. Dua lantai basement akan difungsikan sebagai terminal transit dan area parkir, sedangkan lantai di atasnya akan diisi pusat perbelanjaan, ruang komersial, perkantoran, hingga hotel.

Terminal transit itu nantinya akan menjadi titik temu berbagai moda transportasi, termasuk Bus Trans Koetaradja dan layanan bus pengumpan (feeder), sehingga memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung sistem transportasi perkotaan yang lebih terintegrasi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, Syaifuddin Ambia, menjelaskan konsep pengembangan kawasan sebenarnya telah disusun sejak 2015 melalui pendekatan mixed land use atau pemanfaatan lahan dengan berbagai fungsi. Namun hingga kini proyek tersebut belum terealisasi karena belum memperoleh investor yang sesuai dengan konsep yang telah ditetapkan pemerintah.

Sebagai langkah awal, Pemko telah membersihkan dan meratakan kawasan eks terminal yang selama bertahun-tahun tidak lagi difungsikan sebagai pusat aktivitas angkutan umum. Selama proses pencarian investor berlangsung, lahan tersebut akan dimanfaatkan sementara sebagai ruang terbuka (open space) untuk berbagai kegiatan masyarakat, termasuk penyelenggaraan event yang diharapkan dapat menggerakkan sektor UMKM dan ekonomi lokal.

Penataan eks Terminal Keudah juga menjadi bagian dari upaya optimalisasi aset milik pemerintah daerah agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Dengan konsep CBD yang terintegrasi, pemerintah berharap kawasan tersebut mampu menjadi magnet investasi sekaligus menghadirkan wajah baru pusat bisnis Kota Banda Aceh yang modern, tertata, dan berdaya saing tinggi.

Berita Terkait