ACEH X POSE
Walikota Banda Aceh Kecam Penganiayaan Siswa hingga Babak Belur, Wawalkot Jenguk Korban
Hukum

Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal. Foto : Humas Pemko Banda Aceh

Walikota Banda Aceh Kecam Penganiayaan Siswa hingga Babak Belur, Wawalkot Jenguk Korban

M
Maulana
• • 2 menit baca

Banda Aceh, Acehxpose.com | Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengecam dugaan aksi penganiayaan terhadap seorang siswa salah satu SMA di Banda Aceh yang dilakukan oleh kakak kelasnya hingga mengalami luka pada bagian wajah dan kepala.

Illiza menegaskan, tindakan kekerasan maupun perundungan (bullying) yang terjadi di lingkungan sekolah tidak dapat ditoleransi dan harus menjadi perhatian bersama.

“Ya, tentu kita mengecam ya, perilaku bullying yang terjadi di sekolah. Dan ini tidak bisa ditolerir, tidak bisa didiamkan begitu saja,” kata Illiza kepada wartawan, Selasa (22/9/2026).

Menurut Illiza, Pemerintah Kota Banda Aceh telah mengirimkan tim untuk memberikan bantuan hukum serta pendampingan kepada korban. Kasus tersebut juga telah dilaporkan ke Polresta Banda Aceh dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Ia berharap penanganan kasus tersebut dapat memberikan jalan keluar terbaik, sekaligus menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kalaupun upaya damai, tetapi ini juga harus bisa menjadi pembelajaran, tidak boleh terulang. Karena anak-anak kita yang kita didik dengan bagaimana mereka memiliki karakter, akhlakul karimah, saling menghargai, menghormati, menyelamatkan jiwa, nyawa, dan sebagainya,” ujarnya.

Illiza mengatakan, kondisi korban masih mengalami trauma sehingga belum dapat diajak berkomunikasi secara langsung terkait kejadian yang dialaminya.

Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota Banda Aceh, Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah telah berkunjung ke rumah korban untuk melihat kondisi korban sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga.

Illiza berharap kehadiran pemerintah dapat memberikan penguatan kepada korban dan keluarganya selama proses penanganan kasus berlangsung.

“Insyaallah mudah-mudahan ada jalan keluar yang terbaik karena ini kan pelakunya juga anak-anak, yang kena juga anak-anak. Sesama anak-anak ini mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran yang tidak terulang lagi terjadi di Kota Banda Aceh,” katanya.

Sebelumnya, orang tua korban melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polresta Banda Aceh pada Senin (21/9/2026). Peristiwa itu disebut terjadi pada Jumat (18/9/2026).

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian wajah dan kepala hingga harus mendapatkan penanganan.

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

“Untuk saat ini masih pendalaman keterangan dari korban. Nanti akan kami berikan surat panggilan kepada para saksi dan pihak sekolah untuk memberikan keterangan,” kata Miftahuda.

Polisi selanjutnya akan memanggil sejumlah saksi dan pihak sekolah untuk dimintai keterangan guna mengungkap secara jelas kronologi dugaan penganiayaan tersebut.

Berita Terkait