Fenomena Fatherless Jadi Sorotan, Ketua PKK Banda Aceh Ajak Ayah Lebih Aktif Dampingi Anak
Banda Aceh | Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banda Aceh, Desy Maulidha Azwar, secara resmi membuka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Aula UPTD Puskesmas Kopelma Darussalam, Kamis (25/6/2026).
Mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", kegiatan ini menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan sebagai fondasi pembentukan kecerdasan emosional, kesehatan mental, dan karakter sosial anak.
Dalam sambutannya, Desy mengatakan pemerintah terus mengintensifkan sosialisasi berbagai kebijakan dan program keluarga kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran sosial, memperkuat pelayanan bagi anak, serta mendukung terwujudnya keluarga yang sehat dan berkualitas.
"Kehadiran ayah bukan hanya mencari nafkah, tetapi juga meluangkan waktu bersama anak, mengajarkan sopan santun, etika, serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Istri juga perlu mengajak ayah untuk terlibat aktif dalam pengasuhan," ujarnya.
Sepanjang Juni 2026, berbagai lembaga perlindungan anak dan pakar psikologi turut mengampanyekan pentingnya father involvement atau keterlibatan aktif ayah guna mencegah fenomena fatherless yang dinilai berdampak terhadap tumbuh kembang anak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh, Tiara Sutari, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, momentum Harganas juga dimanfaatkan untuk mendorong revitalisasi Posyandu melalui implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) serta penguatan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh Safrina Salim, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh Wahyudi, Kepala Puskesmas Kopelma Darussalam Mariani, unsur Forkopimcam, serta para peserta.
Pada kesempatan itu, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Cut Sheira Elnita, menyampaikan materi mengenai deteksi dan penanganan gangguan serviks, yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab.
Peringatan Harganas yang diperingati setiap 29 Juni biasanya dipusatkan di tingkat nasional. Namun, pada tahun ini pelaksanaannya dilakukan di tingkat kabupaten dan kota sebagai upaya memperluas edukasi kepada masyarakat, termasuk mengenai pendampingan anak di era kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta penguatan keluarga dalam mendukung terwujudnya Indonesia bebas stunting.