Foto : Bisnisia.id/Zulkarnaini
Nilai Tukar Petani Aceh Naik, Didorong Komoditas Gabah dan Kopi
BANDA ACEH – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Aceh pada Juni 2026 mengalami kenaikan menjadi 125,34 atau naik 0,34 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh membaiknya harga sejumlah komoditas unggulan, terutama gabah dan kopi, yang menjadi sumber pendapatan utama petani di berbagai daerah di Aceh.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Abd. Hakim, mengatakan peningkatan NTP menunjukkan kondisi daya beli dan kemampuan tukar petani terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan semakin membaik. Menurutnya, kenaikan NTP terjadi pada subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan perikanan. Sementara secara nasional, NTP justru mengalami penurunan tipis sebesar 0,05 persen menjadi 127,67 pada periode yang sama.
BPS mencatat, Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Juni 2026 mencapai 157,04 atau meningkat 0,85 persen dibandingkan Mei 2026. Komoditas gabah, kopi, serta kakao menjadi penyumbang utama kenaikan indeks tersebut.
Di sisi lain, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) juga mengalami kenaikan sebesar 0,51 persen menjadi 125,29. Kenaikan ini dipengaruhi oleh naiknya harga sejumlah kebutuhan rumah tangga dan biaya produksi, seperti bensin, beras, dan bawang merah.
Meski demikian, laju kenaikan harga hasil pertanian masih lebih tinggi dibandingkan peningkatan pengeluaran petani, sehingga berdampak positif terhadap perbaikan kesejahteraan masyarakat perdesaan.
Penguatan harga gabah turut memberikan angin segar bagi petani padi di sejumlah sentra produksi, seperti Aceh Besar, Aceh Utara, dan Pidie. Sementara harga kopi yang tetap tinggi menjadi berkah tersendiri bagi petani di kawasan dataran tinggi Gayo yang selama ini menggantungkan ekonomi keluarga dari komoditas tersebut.
Peningkatan NTP ini diharapkan dapat menjaga optimisme petani Aceh di tengah tantangan biaya produksi yang terus meningkat, sekaligus menjadi indikator positif bagi pertumbuhan sektor pertanian yang masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah.