Walikota Bansa Aceh Illiza Sa'aduddin saat memamerkan hasil UMKM dari Kota Banda Aceh. Foto : Ist
Walikota Illiza Sambut Pakar Kepemimpinan Malaysia, UMKM Banda Aceh Didorong Naik Kelas Lewat Kolaborasi
Banda Aceh | Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, menyambut kedatangan tokoh akademisi dan pakar kepemimpinan dari Malaysia, Datuk Dr. Faridah Hanim Haron, yang hadir untuk berbagi pengalaman dan inspirasi kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Rabu, 08 Juli 2025 di Banda Aceh.
Kegiatan yang dikemas dalam Sharing Session tersebut mengangkat tema membangun bisnis yang berdaya saing melalui kepemimpinan, inovasi, dan kolaborasi. Acara ini diikuti para pelaku UMKM yang ingin meningkatkan kapasitas usaha agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Dalam kesempatan itu, Illiza menyampaikan apresiasi atas kesediaan Datuk Dr. Faridah Hanim Haron berbagi pengalaman kepada pelaku usaha di Banda Aceh.
"Alhamdulillah, saya menyambut dengan penuh sukacita kehadiran Datuk Dr. Faridah Hanim Haron di Banda Aceh untuk berbagi pengalaman dan inspirasi bersama para pelaku UMKM. Terima kasih atas ilmu dan motivasi yang telah dibagikan," ujar Illiza.
Menurutnya, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci dalam membangun UMKM yang tangguh. Selain kualitas produk, pelaku usaha juga dituntut memiliki kemampuan memimpin, membangun jejaring, membaca peluang pasar, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Illiza berharap semangat kolaborasi yang dibangun melalui kegiatan tersebut mampu melahirkan UMKM Banda Aceh yang semakin inovatif, memiliki daya saing tinggi, serta mampu memperluas akses pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional. Semoga silaturahmi antara Aceh dan Malaysia terus terjalin dengan baik," katanya.
Datuk Dr. Faridah Hanim Haron dikenal sebagai akademisi, pembicara internasional, serta praktisi pengembangan kepemimpinan dan kewirausahaan asal Malaysia. Ia aktif memberikan pelatihan mengenai kepemimpinan, pengembangan organisasi, pemberdayaan perempuan, dan penguatan kapasitas pelaku usaha di berbagai institusi pendidikan, pemerintahan, maupun dunia bisnis.
Pengalamannya mendampingi pelaku usaha dan organisasi menjadikannya salah satu narasumber yang banyak diundang di kawasan Asia Tenggara.
Bagi UMKM Banda Aceh, kehadiran Faridah Hanim menjadi kesempatan untuk memperoleh wawasan baru mengenai strategi membangun merek (branding), memperkuat kepemimpinan dalam mengelola usaha, memperluas jejaring bisnis, hingga mengembangkan kolaborasi lintas negara. Hal tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal Aceh agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
Pemerintah Kota Banda Aceh sendiri terus mendorong pengembangan UMKM sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui semangat Banda Aceh Kota Kolaborasi, pemerintah membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, dunia usaha, dan mitra internasional, guna memperkuat ekosistem kewirausahaan yang inovatif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.[]