Plt.Kadisdik Dayah Aceh Muhsin saat meninjau hasil usaha dayah Darul Muta'allimin Aceh Tamiang. Foto : Humas Dayah
Produksi 900 Telur Sehari, Dayah Darul Muta'allimin Wujudkan Kemandirian Ekonomi Berbasis Santri
Aceh Tamiang | Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., melakukan silaturahmi ke Dayah Darul Muta'allimin yang dipimpin Tgk. Darwansyah di Kecamatan Manyak Paed, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (4/7/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan Dayah Aceh dalam memperkuat hubungan dengan dayah sekaligus melihat secara langsung berbagai program pemberdayaan yang telah dijalankan oleh lembaga pendidikan Islam tersebut.
Dalam kesempatan itu, Muhsin mengapresiasi keberhasilan Dayah Darul Muta'allimin mengembangkan usaha peternakan bebek petelur sebagai salah satu sumber penguatan ekonomi dayah. Dari sekitar 1.200 ekor bebek, dayah tersebut mampu menghasilkan rata-rata 900 butir telur setiap hari.
Hasil produksi telur tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga telah dipasarkan ke berbagai daerah lain diluar Aceh Tamiang, seperti Kota Langsa, hingga Kota Medan, Sumatera Utara. Kondisi ini menunjukkan bahwa dayah mampu membangun unit usaha yang produktif dan memiliki daya saing.
Muhsin mengatakan, keberhasilan tersebut sejalan dengan program kerja Dinas Pendidikan Dayah Aceh yang menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi santri dan guru melalui pengembangan life skill dan kewirausahaan.
"Dayah tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga mampu melahirkan santri yang memiliki keterampilan hidup dan jiwa entrepreneur. Model seperti ini perlu terus didorong agar kemandirian ekonomi dayah semakin kuat," ujarnya.
Menurutnya, program pemberdayaan ekonomi di lingkungan dayah merupakan bagian dari dukungan terhadap agenda Pemerintah Aceh dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
"Kita dikaruniai matahari yang setiap saat menyinari dari pagi sampai sore, sumber air yang melimpah, jadi mari kita manfaatkan sebaik-baiknya anugerah Allah SWT ini", ajak Muhsin yang juga seorang santri ini.
Selanjutnya ia berharap keberhasilan Dayah Darul Muta'allimin dapat menjadi inspirasi bagi dayah-dayah lain di Aceh untuk terus mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal, sehingga tercipta ekosistem dayah yang mandiri, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, tutur Muhsin.
Sementara itu, Pimpinan Dayah Darul Muta'allimin, Tgk. Darwansyah, menyampaikan bahwa usaha peternakan bebek petelur dikembangkan sebagai media pembelajaran sekaligus sumber pendapatan bagi dayah. Santri juga dilibatkan dalam proses pemeliharaan ternak sehingga memperoleh pengalaman praktis dalam bidang peternakan dan pengelolaan usaha.[]